Pasaman Barat – Sebanyak 120 pengelola perpustakaan sekolah dan nagari di Pasaman Barat kini dipersiapkan lebih matang untuk menempuh akreditasi. Pemerintah Kabupaten setempat memberikan pembekalan intensif melalui sosialisasi yang berlangsung pada 3-5 Agustus 2026.
Kegiatan yang terpusat di Gedung Layanan Perpustakaan ini menyasar unit-unit yang belum memiliki akreditasi. Fokus utamanya adalah mendorong penerapan standar nasional perpustakaan agar mutu literasi di daerah tersebut semakin meningkat.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman Barat, Muharram, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan agar setiap pengelola mampu melakukan penilaian mandiri secara akurat. Langkah ini diambil untuk menekan kendala teknis yang kerap muncul saat proses akreditasi berjalan.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman standar nasional, tetapi juga membantu pengelola melakukan penilaian mandiri, meningkatkan kesiapan akreditasi, serta menjadi sarana berbagi pengalaman bersama para asesor,” tutur Muharram.
Untuk memaksimalkan penyerapan materi, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok berbeda. Para asesor dari Provinsi Sumatera Barat didatangkan langsung guna memberikan bimbingan teknis, termasuk panduan penggunaan aplikasi Sistem Penilaian Akreditasi Perpustakaan Indonesia (SiPAPI).
Seluruh rangkaian program ini dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun Anggaran 2026. Pemerintah daerah optimistis langkah standardisasi ini akan meningkatkan profesionalisme pengelola sekaligus memperkuat budaya baca di tengah masyarakat.






