Pameran Pesona Bonsai 2025, PPBI Riau Hadirkan 433 Pohon Bonsai Terbaik

oleh -220 Dilihat
pameran-pesona-bonsai-2025,-ppbi-riau-hadirkan-433-pohon-bonsai-terbaik
Pameran Pesona Bonsai 2025, PPBI Riau Hadirkan 433 Pohon Bonsai Terbaik

Pekanbaru – Ratusan karya seni bonsai dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan dalam Pameran Pesona Bonsai 2025, yang menyoroti perpaduan antara estetika dan kepedulian sosial. Acara ini tidak hanya menampilkan keindahan seni merawat pohon miniatur, tetapi juga menggalang dana untuk korban bencana alam.

Ketua Panitia Pameran Pesona Bonsai 2025, Akbar Prabowo, menjelaskan bahwa acara ini dirancang sebagai wadah edukasi, apresiasi, dan kontribusi sosial. “Selain pameran pesona bonsai, ada juga kegiatan sarasehan serta lelang bonsai, yang hasilnya akan didonasikan untuk membantu korban bencana banjir bandang dan galodo yang melanda tiga provinsi di Sumatera Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kami ingin seni bonsai juga memiliki makna sosial. Melalui lelang ini, kami berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera,” ujarnya.

Komunitas bonsai juga menunjukkan komitmen terhadap agenda lingkungan pemerintah. Akbar menegaskan dukungan para peserta terhadap program Green Policing yang digagas Kapolda Riau, serta gerakan Satu Siswa, Satu Pohon yang dicanangkan Wali Kota Pekanbaru. “Sesungguhnya kami semua di sini para pencinta bonsai juga merupakan para pembudidaya. Merawat dan menanam pohon sudah menjadi bagian dari kehidupan kami,” kata Akbar, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Perkumpulan Pengemar Bonsai Indonesia (PPBI) Riau.

Pameran Pesona Bonsai 2025 berhasil menarik 433 bonsai dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, dan seluruh wilayah Sumatera. Partisipasi yang tinggi ini mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap seni bonsai dan komitmen untuk menjaga kelestarian tanaman di tengah urbanisasi.

Untuk menjaga kualitas penjurian, panitia menghadirkan juri nasional dalam kontes utama pameran. “Kehadiran para juri profesional ini menjadi dorongan bagi para peserta untuk menampilkan karya terbaik mereka bonsai yang tidak hanya indah, tetapi juga mencerminkan nilai artistik dan filosofi kebersahajaan,” sebut Akbar. Ia berharap kontes bonsai ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, sehingga seni bonsai terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan, masyarakat, dan Indonesia.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pameran Pesona Bonsai 2025. Menurutnya, pameran ini bukan sekadar tempat berkumpulnya para pecinta bonsai, tetapi juga wadah yang memadukan kreativitas, ketekunan, nilai seni, dan warisan budaya. “Kegiatan pameran pesona bonsai sangat menarik dan spesial karena di sini kita melihat langsung kreativitas para perajin, ketekunan mereka dalam merawat, sekaligus makna seni dan budaya yang terkandung di dalam setiap bonsai,” ujarnya.

Agung menilai bahwa tanaman bonsai, yang proses pembentukannya membutuhkan waktu panjang, disiplin, serta pemahaman mendalam tentang karakter tanaman, menjadi simbol hubungan manusia dengan alam. Oleh karena itu, ia menilai kegiatan semacam ini memiliki nilai edukatif dan ekologis bagi masyarakat. “Mudah-mudahan pameran Pesona Bonsai ini terus digelar setiap tahun. Pemerintah Kota Pekanbaru akan mendukung penuh kegiatan yang membawa manfaat bagi lingkungan dan menjadi ruang positif bagi masyarakat,” tutupnya.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang membuka acara tersebut, menegaskan bahwa pameran bonsai bukan sekadar ruang unjuk estetika, melainkan medium edukasi tentang pentingnya merawat alam. Menurutnya, setiap lekuk batang dan rimbun daun pada bonsai adalah refleksi hubungan manusia dengan alam semesta. “Maka demikian, Pameran pesona bonsai ini menyimpan banyak makna. Salah satunya, bagaimana kita memaknai alam melalui tanaman bonsai yang menghadirkan keindahan. Karena mencintai alam berarti memberi manfaat bagi kehidupan kita semua,” ujar Kapolda Riau.

Herry menambahkan bahwa dari proses panjang merawat bonsai, masyarakat belajar tentang kesabaran. “Hasilnya bukan hanya keindahan visual, tetapi juga kesadaran akan pentingnya merawat kehidupan. Menanam dengan estetika, seperti bonsai, menghadirkan harapan akan keindahan sebuah kota. Menanam pohon adalah menanam masa depan,” tutupnya.