Mahyeldi Instruksikan Langkah Antisipasi Kepadatan Jalur Alternatif di Sumbar

oleh -537 Dilihat

Padang– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, bergerak cepat mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur alternatif Malalak dan Sitinjau Laut pasca penutupan jalan utama Padang-Bukittinggi.

Mahyeldi menginstruksikan jajarannya untuk siaga 24 jam memantau situasi di jalur alternatif, terutama terkait lonjakan truk besar.

“Petugas harus standby 24 jam, karena banyak truk-truk besar melalui jalur alternatif,” tegas Mahyeldi saat berkoordinasi via telepon dengan Dinas Perhubungan, BMCKTR, dan Asisten Pemprov Sumbar, Selasa (25/6/2024).

Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat juga ditekankan untuk langkah-langkah antisipasi. Kemacetan di jalur alternatif ini diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya pemeliharaan jalan. “Mohon petugas ekstra mengawasi arus kendaraan,” ujar Mahyeldi.

Pembatasan jenis kendaraan di jalur alternatif juga menjadi fokus utama. Dishub dan BMCKTR diinstruksikan untuk membuat aturan pembatasan, termasuk pembatasan jam-jam tertentu.

“Tronton hanya boleh di Sitinjau Laut, mohon disiapkan aturan dan himbauannya,” jelas Mahyeldi.

Mahyeldi mengimbau kendaraan pengangkut pangan, terutama truk besar, untuk mempertimbangkan penggunaan kendaraan yang lebih kecil atau bukan tronton. “Kendaraan pengangkut pangan, coba diganti dengan yang lebih kecil. Tapi jangan sampai naik harga barang,” pesannya.

Pemantauan intensif di jalur Malalak dan Sitinjau Laut terus dilakukan oleh Mahyeldi dan timnya. “Kita pantau terus, bagaimana langkahnya, bagaimana antisipasinya, harus saling koordinasi,” pungkasnya.