Mahyeldi Buka Workshop IORA, Perkuat Biosecurity Perikanan Sumbar

oleh -147 Dilihat
mahyeldi-buka-workshop-iora,-tegaskan-komitmen-sumbar-perkuat-biosecurity-perikanan
Mahyeldi Buka Workshop IORA, Tegaskan Komitmen Sumbar Perkuat Biosecurity Perikanan

Padang – Sumatera Barat berupaya menjadi pusat inovasi dan pelatihan perikanan antar-negara anggota Indian Ocean Rim Association (IORA). Hal ini disampaikan dalam Workshop IORA on Strengthening Biosecurity Practices in Inland Aquaculture yang dibuka pada Rabu (19/11/2025) di Hotel Santika Padang.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan keberlanjutan ekosistem. “Kehadiran IORA mencerminkan komitmen kita bersama memperkuat kerja sama regional menuju budidaya perikanan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Workshop tersebut dihadiri oleh perwakilan negara anggota IORA, Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, kepala daerah se-Sumatera Barat, serta mitra internasional.

Mahyeldi menyoroti potensi besar kawasan Samudra Hindia, namun juga mengakui adanya tantangan seperti penangkapan ikan berlebih, perubahan iklim, dan degradasi ekosistem. Ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk membangun ekonomi biru yang inklusif.

Sumatera Barat, menurut Mahyeldi, memiliki potensi perikanan yang kuat. Pada tahun 2024, produksi ikan nila mencapai 236 ribu ton. Komoditas laut seperti tuna dan lobster juga menjadi unggulan ekspor. Selain itu, budidaya ikan garing berbasis kearifan lokal (lubuk larangan) serta pengembangan kerapu, lobster, dan rumput laut terus diperluas.

Enam fokus utama Sumatera Barat dalam mendukung ekonomi biru meliputi penguatan kerja sama Samudra Hindia, pengembangan teknologi pengolahan berbasis biosecurity, dan menjadikan Sumatera Barat sebagai pusat inovasi dan pelatihan perikanan antar-negara IORA. “Kami berharap workshop ini menghasilkan praktik terbaik biosecurity yang bisa diadaptasi seluruh negara anggota,” kata Mahyeldi.

Sekretaris IORA, Stephanie Johanes, menyoroti bahwa akuakultur merupakan sektor pangan yang tumbuh paling cepat di dunia, namun rentan terhadap wabah penyakit. Ia menilai workshop ini strategis untuk berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas teknis, dan membangun kolaborasi regional. Stephanie menegaskan, “Hasil workshop harus melahirkan rekomendasi konkret yang memperkuat sistem biosekuriti akuakultur di seluruh negara anggota.”

Workshop ini merupakan bagian dari implementasi Work Plan Blue Economy IORA 2024-2027 dan diharapkan dapat memperkuat komitmen negara anggota dalam menghadapi tantangan sektor perikanan di kawasan Samudra Hindia.