Pekanbaru – Kelurahan Maharatu kini menaruh harapan besar pada peningkatan minat baca warganya, seiring dengan pelantikan figur Bunda Literasi yang baru. Nita Listasari, S.H., secara resmi mengemban amanah sebagai Bunda Literasi Kelurahan Maharatu, dengan fokus utama mendekatkan akses pengetahuan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Nita, peran Bunda Literasi bukan hanya sekadar simbol, melainkan sebuah tanggung jawab untuk menumbuhkan kecintaan terhadap buku dan perpustakaan. “Setelah dilantik sebagai Bunda Literasi Kelurahan Maharatu, saya berharap dapat membawa warga baik anak-anak, pelajar, maupun masyarakat umum sehingga menjadi gemar membaca dan gemar ke perpustakaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nita menjelaskan bahwa literasi memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kemampuan membaca. Literasi, menurutnya, adalah fondasi untuk membangun kecerdasan dan memperluas wawasan. “Program literasi yang akan kita lakukan di Kelurahan Maharatu ini kedepan bagaimana membuat masyarakat kita cerdas dan memiliki pengetahuan,” imbuhnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, sejumlah program berbasis komunitas telah direncanakan. Pengembangan ruang belajar terbuka, kegiatan membaca bersama, serta inovasi literasi lainnya akan diimplementasikan untuk menjangkau seluruh warga, khususnya generasi muda.
Nita juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, komunitas, dan Bunda Literasi dalam mewujudkan Pekanbaru sebagai kota berbudaya literasi. “Gerakan literasi ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama menjadikan Pekanbaru sebagai kota yang berbudaya literasi. Dengan sinergi pemerintah, komunitas, dan para Bunda Literasi, harapan mewujudkan Pekanbaru sebagai kota berbudaya literasi semakin nyata,” pungkasnya pada hari pelantikannya.
Dengan hadirnya Bunda Literasi, Kelurahan Maharatu optimis dapat menciptakan masyarakat yang adaptif, kritis, dan berpengetahuan melalui gerakan literasi yang berkelanjutan.






