KONI Payakumbuh Bekali Pelatih Hadapi Porprov Sumbar 2026

oleh -204 Dilihat
ketua-koni-payakumbuh-tutup-coaching-clinic,-para-pelatih-cabor-dibekali-selama-dua-hari
Ketua KONI Payakumbuh Tutup Coaching Clinic, Para Pelatih Cabor Dibekali Selama Dua Hari

Payakumbuh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh menggelar pelatihan intensif bagi puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet di daerah tersebut.

Sebanyak 51 cabang olahraga mengirimkan pelatih mereka untuk mengikuti Coaching Clinic yang berlangsung selama dua hari, dari Sabtu hingga Minggu (13-14/12/2025), di Aula SMAN 2 Payakumbuh. Pelatihan ini menghadirkan empat dosen dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP) sebagai pemateri.

Materi yang disampaikan meliputi berbagai aspek penting dalam manajemen dan pelatihan olahraga, termasuk manajemen olahraga, analisis performa olahraga, tes pengukuran lapangan, dan program latihan. Para pemateri terdiri dari Dr. Donie, Dr. Roma, Romi Mandela, yang ketiganya merupakan dosen FIK UNP, serta Dr. Roni Yenes, seorang pengurus KONI Pusat.

Afrizon Nasri, Kabid Olahraga yang mewakili Kadisparpora Kota Payakumbuh, membuka acara tersebut pada hari Sabtu. Penutupan kegiatan dilakukan oleh Ketua KONI Payakumbuh, Yengki Otrio, pada Minggu (14/12/2025) siang.

Dalam sambutannya saat penutupan, Yengki Otrio menekankan pentingnya pelatihan ini bagi para pelatih. “Pelatih ilmunya menjadi bertambah karena sudah dibekali nara sumber yang kapabel dari UNP Padang dan KONI Pusat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Porprov Sumbar yang akan digelar kembali pada tahun 2026 setelah vakum selama tujuh tahun, menjadi momentum penting untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah. “Apalagi Porprov Sumbar yang sudah tujuh tahun vakum bakal digelar lagi tahun 2026 yang akan datang. Insya Allah,” katanya.

Yengki juga menyoroti peran penting seorang pelatih dalam kesuksesan atlet. Menurutnya, pelatih bukan hanya sekadar pembimbing, tetapi juga figur orang tua bagi atletnya. “Untuk kesuksesan atlit yang dilatihnya, pelatih tak segan-segan berkorban waktu dan materi,” ungkapnya. Ia mencontohkan bagaimana seorang pelatih rela berkorban secara finansial demi mendukung program latihan atletnya. “Tak sedikit ditemui sang pelatih menjual motornya, mengajukan pinjaman ke bank untuk membiayai program latihannya dan mengikuti iven yang butuh biaya,” bebernya.

Lebih lanjut, Yengki berpesan kepada para pelatih untuk tidak hanya mengenali potensi anak didiknya, tetapi juga memahami kekuatan dan kelemahan lawan yang akan dihadapi. “Seorang pelatih itu disamping jelas mengenali anak didiknya, juga harus mengenali siapa lawan yang akan dihadapi oleh atlet yang dilatihnya,” pesannya.