Kepala Daerah, Wartawan Sabet Trofi Abyakta di Hari Pers

oleh -304 Dilihat
10-kepala-daerah-dan-3-wartawan-raih-trofi-abyakta-di-hari-pers-2026
10 Kepala Daerah dan 3 Wartawan Raih Trofi Abyakta di Hari Pers 2026

Jakarta – Sepuluh kepala daerah, terdiri dari tiga wali kota dan tujuh bupati, berhasil meraih Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat 2026 atas keberhasilan mereka melestarikan dan mengembangkan kebudayaan di daerah masing-masing. Penghargaan akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, 9 Februari mendatang.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, mengungkapkan hal tersebut usai para kepala daerah tersebut berhasil mempertahankan proposalnya di depan dewan juri.

Tiga bupati melakukan presentasi secara daring karena berbagai alasan mendesak, termasuk pemakaman orang tua, penanganan bencana alam, dan acara adat.

Selain kepala daerah, AK-PWI Pusat 2026 juga memberikan penghargaan kepada tiga wartawan senior yang aktif dalam kegiatan komunitas.

Mereka adalah Rahmi Hidayati (Perempuan Berkebaya Indonesia), Seno Joko Suyono (Borobudur Writers and Cultural Festival), dan Nenri Nurcahyo (komunitas Panji).

Penambahan kategori wartawan dengan komunitas ini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah AK-PWI Pusat.

Sebelumnya, penghargaan hanya diberikan kepada kepala daerah sejak pertama kali digelar pada HPN 2016 di Lombok, NTB.

Wahyu Hidayat (Wali Kota Malang) mengangkat Malang sebagai kota kreatif UNESCO.

Agus Setyawan (Bupati Temanggung) mempromosikan kesenian Kuda Lumping Temanggung ke kancah internasional.

H. Mohan Roliskana (Wali Kota Mataram) mengangkat Gerbang Sangkareang sebagai landmark baru.

H. Andi Harun (Wali Kota Samarinda) mengangkat sarung tenun sebagai pusaka nasional.

Heribertus Geradus Laju Nabit (Bupati Manggarai) merevitalisasi Mbaru Gendang (rumah adat) melalui gotong royong.

H. Arief Rohman (Bupati Blora) mengaktualisasikan ajaran Samin dalam pembangunan berkelanjutan.

Hamartoni Ahadis (Bupati Lampung Utara) menampilkan tarian Cangget Bakha sebagai sarana pertemuan muda-mudi.

Hj. Maya Hasmita (Bupati Labuhanbatu) mengangkat Gema Sahabat (Gerakan Empati Masyarakat) untuk penguatan karakter.

H. John Kenedy Azis (Bupati Padang Pariaman) merevitalisasi tradisi religius Maulik Gadang.

Hermus Indou (Bupati Manokwari) menjadikan Festival Teluk Doreh sebagai penguatan harmoni sosial.