Kapolda Sumbar Ajak Tokoh Masyarakat Bersinergi Cegah Ancaman Sosial bagi Remaja

oleh -5 Dilihat
Kapolda Sumbar Irjen Pol Jawari berdialog dengan tokoh masyarakat dalam kegiatan Jumat Keliling di Masjid Raya Gantiang.

Padang – Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Drs. Jawari, mengajak tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat bersinergi menanggulangi persoalan sosial yang mengancam keamanan serta masa depan generasi muda.

Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda dalam kegiatan Jum’at Keliling di Masjid Raya Gantiang, Kota Padang, pada Jumat (6/11/2026).

Ia menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak.

Kapolda menyoroti ancaman nyata berupa maraknya perjudian daring, penyalahgunaan narkotika, kekerasan seksual terhadap anak, hingga perundungan di kalangan remaja.

Menurutnya, berbagai tindak penyimpangan tersebut berpotensi merusak sendi kehidupan keluarga serta menghancurkan masa depan bangsa.

“Persoalan ini tidak mungkin hanya ditangani oleh kepolisian; kita harus saling bahu-membahu,” tegas Kapolda.

Ia menekankan bahwa ulama, tokoh masyarakat, dan orang tua harus mengambil peran konkret dalam mencegah kemungkaran di lingkungan masing-masing.

Pengawasan orang tua di lingkungan keluarga dinilai sebagai fondasi utama agar anak-anak terhindar dari pengaruh negatif.

“Jangan sampai kita baru bergerak ketika persoalan sudah terjadi; pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga,” ujar Kapolda.

Kapolda meyakini bahwa kepedulian antarwarga menjadi kunci efektif untuk menangkal berbagai potensi gangguan keamanan.

Ia mendorong masyarakat untuk terus memegang teguh nilai-nilai filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Masyarakat juga diajak memperkuat konsep Tali Tigo Sapilin yang menyatukan unsur adat, agama, dan kaum cerdik pandai.

Sinergi ketiga elemen tersebut diyakini mampu membangun kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat Sumatera Barat.

Kegiatan Jum’at Keliling ini sekaligus menjadi ruang bagi kepolisian untuk menerima masukan, kritik, dan saran dari masyarakat luas.

Langkah ini dilakukan guna mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kemitraan antara Polri dan warga dalam menciptakan situasi kondusif.