Surantih – Kerapatan Adat Nagari (KAN) Surantih, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan, bersiap menggelar prosesi adat Malewakan Datuak/Panghulu Nagari Surantih, sebuah acara pengukuhan 13 penghulu suku yang akan memangku gelar adat. Acara ini akan berlangsung di Lapangan Gadih Basanai Pasar Surantih pada Sabtu, 26 Juli 2025.
Menurut salah seorang Panghulu dari Kaum Suku Sikumbang, Firman Dalil, yang akan dikukuhkan dengan gelar Dt Rajo Bandaro Basa, panitia pelaksana yang diketuai oleh Epi Kampai dan Sekretaris Jasmiral telah mengundang sejumlah tokoh penting. “Panitia telah mengundang Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Pesisir Selatan, Bupati Pessel, serta para tokoh adat dan tokoh masyarakat Surantih dan Pessel, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan,” ujarnya pada Kamis (2/7/2025).
Prosesi Batagak Panghulu ini akan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk niniak mamak, alim ulama, cerdik pandai, bundo kanduang, serta seluruh anak nagari Surantih.
Firman Dalil menjelaskan bahwa pengukuhan 13 penghulu suku ini merupakan bagian dari prosesi adat dalam budaya Minangkabau. “Ke-13 Panghulu Suku yang akan dilewakan nanti telah dianggap mampu memimpin dan menjaga adat serta harta pusaka kaumnya,” terangnya. Para penghulu tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pemerintahan adat, menyelesaikan sengketa, membimbing anak kemanakan, dan melestarikan adat istiadat di lingkungan Nagari Surantih.
Panitia Alek Batagak Panghulu telah menerima berbagai masukan terkait prosesi acara. Rangkaian acara akan dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembacaan kalam ilahi dan doa, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan KAN Surantih oleh Ketua KAN Surantih, Jamalus, dari Kaum Suku Kampai Gunung Malelo.
Acara dilanjutkan dengan pemasangan Saluak sebagai tanda pengukuhan. Pada pukul 11.00 WIB, akan ada laporan panitia, sambutan dari Ketua KAN Surantih, sepatah kata dari salah seorang Panghulu yang dilewakan, sambutan dari tokoh masyarakat Surantih, sambutan dari Ketua LKAAM Pessel, dan sambutan penutup oleh Bupati Pessel, yang kemudian akan diakhiri dengan makan bajamba.
Selain Firman Dalil dan Jamalus, beberapa tokoh adat lain yang akan mengikuti prosesi Batagak Panghulu antara lain Epi Kampai dari kaum Suku Kampai Kayu Gadang Nagari Koto Nan Tigo, Jasmiral dari Suku Kampai Sawah Laweh, Syahrudin dari Suku Sikumbang Koto Marapak Koto Nan Tigo, Saidal Masfiudin dari kaum Suku Kampai Sawah Laweh Pasar Surantih, Syamsiwal Hasan dari suku Chaniago, Asrol dari kaum Suku Melayu, Zamsami dari kaum suku Chaniago Koto Panjang, Syapriyul dari kaum Suku Sikumbang Kayu Gadang, Asril B dari kaum suku Jambak Kayu Aro, BL Yukas dari kaum suku Jambak Batu Bala, dan Yudel Watman dari kaum suku Kampai Kayu Aro.






