Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi kepada sejumlah daerah dan koperasi yang dinilai berprestasi dalam pengembangan koperasi di wilayah tersebut. Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 tingkat provinsi.
Dalam acara yang digelar di halaman Kantor Gubernur pada Kamis (17/7/2025), Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyerahkan penghargaan kepada tiga kabupaten/kota yang dinilai tercepat dalam pembentukan Koperasi Merah Putih, yaitu Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Kabupaten Dharmasraya.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada tiga koperasi terbesar di Sumatera Barat berdasarkan total aset, omzet, dan jumlah anggota. Penerima penghargaan tersebut adalah Koperasi Konsumen Keluarga Besar Semen Padang dengan aset Rp181,37 miliar, omzet Rp200,95 miliar, dan 2.942 anggota; Koperasi Konsumen Keluarga Besar Bank Nagari dengan aset Rp174,55 miliar, omzet Rp106,41 miliar, dan 2.179 anggota; serta Koperasi Pegawai Negeri Guru-Guru Payakumbuh Utara dengan aset Rp77,31 miliar, omzet Rp63,94 miliar, dan 2.214 anggota.
“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras dalam membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Mahyeldi. Ia berharap, prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi daerah dan koperasi lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Mahyeldi juga menyoroti pentingnya pengelolaan koperasi secara profesional. Ia meminta seluruh pengurus Koperasi desa/kelurahan Merah Putih di Sumatera Barat untuk menjaga profesionalitas dalam pengelolaan koperasi. “Mengingat tujuan mulia dari pendirian koperasi ini, maka saya minta para pengurus menjaga profesionalitas dalam pengelolaannya. Dana yang disediakan oleh pemerintah harus bisa tumbuh dan berkembang. Jangan sampai justru menyusut karena salah kelola,” tegasnya.
Menurut Mahyeldi, sejak terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih, pemerintah desa dan kelurahan di Sumatera Barat telah bergerak cepat. Sebanyak 1.265 Koperasi Merah Putih telah terbentuk melalui musyawarah khusus di masing-masing wilayah.
Mahyeldi menekankan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari cepatnya pembentukan, tetapi juga dari kualitas pengelolaan dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. “Sumbar adalah kampung halaman Bung Hatta, Bapak Koperasi Indonesia. Sudah sepantasnya kita menjadi contoh dalam pengelolaan koperasi yang sehat, mandiri, dan profesional,” pungkasnya.






