Gubernur Imbau Masyarakat Sumbar Waspadai Bencana Hidrometeorologi

oleh -247 Dilihat
gubernur-mahyeldi-imbau-warga-sumbar-tingkatkan-kewaspadaan
Gubernur Mahyeldi Imbau Warga Sumbar Tingkatkan Kewaspadaan

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan kesiapan seluruh elemen pemerintah daerah.

Menyusul penguatan dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan curah hujan, banjir, dan tanah longsor, BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau mengeluarkan peringatan dini gawat darurat hidrometeorologi untuk periode 21-27 November 2025.

“Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat di Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor,” ujar Mahyeldi di Padang, Minggu (23/11/2025), seraya menambahkan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Ia juga mengimbau masyarakat untuk saling menjaga dan mengingatkan dalam menghadapi cuaca ekstrem.

BMKG menjelaskan bahwa penguatan Monsun Asia, pertemuan massa udara lembap dengan topografi Pegunungan Bukit Barisan, serta fenomena IOD negatif dan aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial menjadi faktor penyebab meningkatnya risiko hidrometeorologi. Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, petir, hingga jalan licin di sejumlah wilayah.

Sebanyak 14 kabupaten/kota di Sumbar ditetapkan dalam status siaga penuh oleh BMKG, meliputi Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, Lima Puluh Kota, serta wilayah sekitarnya yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Menanggapi penetapan status siaga tersebut, Mahyeldi meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota melalui BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan. “Saya meminta BPBD provinsi dan kabupaten/kota segera memperkuat pemantauan, memastikan kesiapan personel, peralatan, dan jalur evakuasi,” tegasnya.

Gubernur juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, dan memahami jalur evakuasi. “Masyarakat juga harus pro aktif memantau informasi yang berasal dari kanal resmi seperti BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah. Jangan percaya dengan informasi yang sumbernya tidak jelas,” pungkasnya.