Gandeng PWRI, Pemkab Padang Pariaman Akselerasi Pembangunan Daerah

oleh -26 Dilihat
pengurus-pwri-padang-pariaman-dikukuhkan,-rustam-dt.-panghulu-mudo-jadi-ketua
Pengurus PWRI Padang Pariaman Dikukuhkan, Rustam Dt. Panghulu Mudo Jadi Ketua

Padang Pariaman – Pemkab Padang Pariaman kini mengandalkan “jam terbang” para pensiunan untuk membantu akselerasi pembangunan daerah. Hal itu terwujud melalui kemitraan strategis dengan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) periode 2026-2031 yang baru saja dikukuhkan.

Bupati Padang Pariaman, Jhon Kenedy Azis, secara resmi melantik kepengurusan PWRI di bawah komando Rustam Dt. Panghulu Mudo, Kamis (16/7/2026). Pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Kantor Bupati, Parit Malintang.

Jhon Kenedy Azis menegaskan bahwa Pemkab tidak bisa berjalan sendiri dalam menuntaskan persoalan daerah. Ia membutuhkan sumbangsih pemikiran dari para purnabakti yang dinilai memiliki pengalaman birokrasi matang.

“Kami tidak bisa membangun kabupaten ini sendirian. Pintu kantor dan rumah saya terbuka 24 jam bagi PWRI untuk memberikan kritik, saran, maupun pemikiran konstruktif demi kemajuan daerah,” ujar Jhon Kenedy Azis.

Sebagai bukti keseriusan, Ketua PWRI Padang Pariaman, Rustam Dt. Panghulu Mudo, langsung menyerahkan naskah analisis terkait Perda Nagari kepada Bupati. Dokumen tersebut merupakan buah pemikiran para purnabakti untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah.

Ketua PWRI Sumbar, Syafrizal Ucok, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menyebut PWRI adalah gudang pengalaman bagi para mantan abdi negara yang masih ingin mengabdi.

“Meskipun secara fisik dan finansial mungkin tidak lagi maksimal, namun kekayaan pengalaman mereka adalah aset berharga yang bisa dibagikan kepada pemerintah daerah,” tutur Syafrizal.

Dalam struktur pengurus baru, Rustam didampingi oleh Drs. Herman Harun dan By Kati sebagai wakil ketua. Sementara posisi sekretaris diisi oleh Baharuddin dan bendahara oleh Drs. Hasan Basri.

Kepengurusan ini turut diperkuat oleh jajaran penasehat berpengalaman, seperti Hendra Aswara dan Drs. Martias Mahyudin. Selain itu, terdapat enam bidang teknis yang dibentuk untuk menangani berbagai aspek, mulai dari urusan kesehatan hingga pengembangan organisasi.