Festival Tanjung Alam: 1.000 Katidiang Saok Semarakkan Nagari!

oleh -182 Dilihat
1.000-katidiang-saok-meriahkan-festival-langgam-nagari-tanjung-alam
1.000 Katidiang Saok Meriahkan Festival Langgam Nagari Tanjung Alam

Tanjung Alam – Ribuan warga memadati jalan utama untuk menyaksikan Festival Langgam Nagari Tanjung Alam, sebuah perhelatan budaya yang dikemas dalam program unggulan daerah Satu Nagari Satu Event (SNSE), pada hari Sabtu, 28 Juni 2025. Acara ini berlangsung di Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar.

Festival ini menjadi momentum kebangkitan adat dan budaya Minangkabau dengan tema “Mamaliharo nan Ado, Manjapuik nan Tingga”. Bupati Tanah Datar, Eka Putra, secara resmi membuka acara di area Pasar Nagari Tanjung Alam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, beserta anggota DPRD, Pimpinan OPD, Camat dan Forkopimca, Wali Nagari, tokoh masyarakat, perantau, pemuka adat setempat, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Eka Putra menyampaikan apresiasi mendalam atas kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat Tanjung Alam. Ia menilai festival ini sebagai bukti konkret pelestarian budaya yang tak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga menjadi potensi wisata budaya yang layak dikembangkan. “Event ini luar biasa. Bukan hanya dari segi jumlah pengunjung yang ramai, tapi juga dari nilai budaya yang diangkat,” ujarnya.

Bupati menambahkan bahwa pawai Seribu Katidiang Saok dan tari kolosal berhasil memukau penonton dengan narasi sejarah yang sakral di nagari Tanjung Alam. Ia juga menyoroti kekompakan masyarakat ranah dan rantau yang peduli terhadap pelestarian adat dan budaya, sehingga tercipta generasi yang mampu lebih mengenal adat budaya secara turun temurun.

Eka Putra juga mengatakan bahwa program unggulan SNSE menjadi momentum dan memotivasi niniak mamak untuk menularkan ilmu kepada anak kemenakannya. Selain itu, dengan adanya event ini, bundo kanduang juga bisa menampilkan kuliner khas nagari masing-masing, sehingga perputaran roda ekonomi dengan hadirnya pasar kuliner di lokasi event meningkat. Ia juga berharap potensi generasi muda di bidang kesenian akan menumbuhkembangkan sanggar-sanggar tari dan seni di nagari. “Seperti yang ditampilkan hari ini, Saya menyaksikan pemenampilkan tari kolosal 1000 Katidiang Saok yang baru pertama kali Saya saksikan. Ini tentu harus diapresiasi dan tari kolosal layak di tampilkan di Istano Basa Pagaruyung pada Desember nanti,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintahan nagari, panitia pelaksana, perantau, tokoh masyarakat, dan masyarakat nagari Tanjung Alam yang telah melaksanakan Progul Satu Nagari Satu Event, meskipun dalam kondisi efisiensi anggaran. Ia juga menyampaikan program terbaru, yakni Tanah Datar Bersih. “Kita sudah lounching untuk itu mari bersama-sama menjaga kebersihan, buanglah sampah pada tempatnya dan jaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anton Yondra menyampaikan apresiasi kepada pemerintah nagari yang telah melaksanakan SNSE berkat dukungan dari semua pihak. “Atas nama pimpinan DPRD, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh elemen, baik yang di ranah maupun di rantau. Ini adalah hasil kerja keras bersama,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa DPRD akan terus bersinergi dengan Pemkab mendukung program ini dan berharap Festival Langgam Nagari bisa menjadi agenda tahunan yang lebih meriah ke depannya. “Insyaallah Festival Langgam Nagari bisa menjadi agenda tahunan yang lebih meriah ke depannya,” tukasnya.

Sementara itu, Wali Nagari Tanjung Alam, Kadiman Dt. Simarajo Nan Kayo, menegaskan bahwa festival ini lahir dari semangat kolektif anak nagari yang ingin merawat akar budayanya sendiri. “Festival ini menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memahami warisan leluhur, sekaligus panggung ekspresi budaya yang menyatukan warga lintas usia dan profesi,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa tradisi Katidiang Saok yang dihidupkan kembali menjadi simbol dari upaya mempertahankan adat di tengah arus modernisasi.

Festival ini akan berlangsung selama tiga hari (Jumat-Minggu) di pelataran Kantor walinagari setempat, yang diisi dengan penampilan kegiatan kesenian dan stan kuliner.