Erly Mulyani Bahas Literasi Keuangan di SCF 2025 Padang

oleh -290 Dilihat
kepala-labor-gibei-feb-unp-erly-mulyani-tampil-jadi-narasumber-talkshow-di-scf-2025-bank-indonesia
Kepala Labor GIBEI FEB UNP Erly Mulyani Tampil jadi Narasumber Talkshow di SCF 2025 Bank Indonesia

Padang – Literasi keuangan digital menjadi sorotan utama dalam Sumbar Creative Economy Festival (SCF) 2025 yang diselenggarakan di The ZHM Premier Hotel, 12-14 September. Acara yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumbar, pemerintah kabupaten/kota, dan sektor perbankan ini, menghadirkan diskusi mendalam mengenai pentingnya adaptasi teknologi dalam pengelolaan keuangan, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ibu rumah tangga.

Erly Mulyani, Dosen Departemen Akuntansi FEB UNP, menekankan perlunya pemahaman teknologi dalam mengelola keuangan. “Kita harus melek keuangan digital. Apalagi bagi pelaku UMKM, dengan keuangan digital bisa lebih jelas dan mudah mengatur pemisahan antara uang usaha dengan uang pribadi,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam talkshow tersebut. Ia menambahkan bahwa dengan satu handphone, pembayaran melalui QRIS dapat mengatasi berbagai transaksi tanpa perlu kartu atau uang tunai.

Lebih lanjut, Erly menyarankan agar ibu-ibu rumah tangga membiasakan diri menabung dan berinvestasi untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan. Namun, ia mengingatkan untuk berhati-hati dalam berinvestasi. “Khusus bagi ibuk-ibuk yang berniat untuk investasi, harus pelajari betul. Jangan sampai tertipu dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan, tapi outputnya nggak jelas,” tegasnya.

Dandy Indarto Seno, Deputi Kepala Perwakilan BI Sumbar, menjelaskan bahwa QRIS merupakan kanal pembayaran non-tunai yang diproduksi oleh Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan Bank Indonesia. “Jadi, penggunaan QRIS jauh lebih memudahkan melakukan pembayaran dan transaksi harian lainnya,” katanya.

Dianita Maulin Vasko, Ketua BKOW Sumbar, juga menyampaikan dukungannya terhadap pembayaran non-tunai. “Mari kita alihkan pembayaran tunai menjadi non tunai. Lebih praktis. Dengan satu barcode atau QRIS, bisa melakukan pembayaran ke semua bank atau transaksi di berbagai tenant serta belanja harian,” ajaknya. Ia menambahkan, “Saya setuju semua pembayaran menggunakan GRIS, selain oraktir dan tidak ribet. Karena itu, perlu literasi keuangan. Ibuk-ibuk harus cerdas.”

Talkshow SCF 2025 ini menarik perhatian lebih dari seratus peserta yang terdiri dari pelaku usaha, ibu rumah tangga, dan mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang literasi keuangan dan transaksi keuangan digital.