Bukittinggi – Di tengah upaya penanggulangan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat, DPRD Kota Bukittinggi menuai kritik pedas dari masyarakat terkait kunjungan kerja ke luar provinsi. Langkah ini dinilai tidak sensitif terhadap kondisi darurat yang tengah dihadapi warga.
Pemerintah Kota Bukittinggi, bersama TNI, Polri, Basarnas, Pemprov, dan elemen masyarakat lainnya, terus berupaya melakukan pencarian, evakuasi, dan penanganan korban bencana. Di saat yang sama, sorotan publik tertuju pada kegiatan DPRD yang dianggap kurang tepat waktu.
Pada Kamis (02/12/2025), Pemerintah Kota Bukittinggi menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung kepada korban bencana di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada para korban, khususnya warga Nagari Salareh Aia.
“Kami melihat langsung kondisi masyarakat yang mengungsi di posko Kayu Pasak,” ujarnya. “Bantuan dengan total nilai Rp450 juta ini kami harapkan dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak.” Ia menambahkan bahwa bantuan tambahan akan segera menyusul, termasuk satu unit kendaraan yang tertunda karena kerusakan. “Kami akan terus berupaya hadir dan membantu semaksimal mungkin,” tegasnya.
Menanggapi kritik publik, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Effendi, memberikan klarifikasi melalui akun Instagram @bukittinggipressclub. Ia menjelaskan bahwa keberangkatan tersebut merupakan keputusan bersama seluruh anggota DPRD. “Bukan hanya PKS, tetapi seluruh anggota DPRD Bukittinggi berangkat kunjungan kerja ke beberapa daerah di luar Sumbar,” jelasnya. “Kunjungan ini telah kami persingkat karena adanya bencana. Kami mohon maaf kepada masyarakat. Insyaallah, dari PKS sendiri tetap membantu korban, baik secara kelembagaan maupun pribadi.”
Kedekatan antara Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam tidak hanya sebatas administratif, melainkan juga terjalin dalam ikatan sosial dan kekeluargaan yang erat. Banyak warga yang memiliki hubungan kekerabatan di kedua wilayah tersebut. Solidaritas dan empati diharapkan menjadi respons utama dalam menghadapi musibah ini.






