Dosen UNP Ajarkan Pengolahan Jamur Tiram di Nagari Taram

oleh -187 Dilihat
dosen-unp-ajarkan-pengolahan-jamur-tiram-di-nagari-taram
Dosen UNP Ajarkan Pengolahan Jamur Tiram di Nagari Taram

Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) berupaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Taram melalui pelatihan pengolahan jamur tiram. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menyasar pelaku UMKM, anggota PKK, dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Pengabdian Masyarakat, Dony Novaliendry, menjelaskan bahwa pemilihan jamur tiram didasari oleh potensi lokal. “Ada beberapa UKKM di Taram sebagai penyedia jamur tiram,” ujarnya. Selain itu, jamur tiram mudah dibudidayakan dengan media tanam yang beragam, seperti serbuk kayu, jerami, atau limbah pertanian.

Lebih lanjut, Dony Novaliendry menambahkan, “Jamur tiram tahan terhadap iklim tropis, cocok untuk skala rumah tangga hingga industri. Selain itu juga cepat panen, hanya butuh waktu 35-45 hari sejak inokulasi dan bernilai ekonomis tinggi, karena permintaan pasarnya terus meningkat.”

Tim pengabdian ini melibatkan sejumlah dosen dari berbagai fakultas, termasuk Fakultas Teknik dan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan. Beberapa nama yang terlibat antara lain Syafrijon, Titi Sriwahyuni, Yudhi Diputra, Novi Febrianti, Melri Deswina, Widya Darwin, Rahmadani, Yuliana, Elida, dan Yolanda Intan Sari.

Selain potensi ekonominya, jamur tiram juga dikenal kaya akan nutrisi. “Jamur tiram merupakan panganan sehat yang tinggi nilai protein, rendah lemak, dan kaya serat,” ungkap Dony Novaliendry. Ia juga menyoroti kandungan antioksidan dalam jamur tiram yang baik untuk imunitas, serta potensi pengolahannya menjadi berbagai jenis makanan.

Yuliana menambahkan, per 100 gram jamur tiram segar mengandung energi ± 33 kkal, protein 3-4 g, lemak 0,3-0,4 g, karbohidrat 6-7 g, serat pangan ± 2 g, dan air ± 89-90 gram.

Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan secara mandiri pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2025 ini dibuka secara resmi oleh Dony Novaliendry dan Wali Nagari Taram, Nanang Anwar.

Nanang Anwar menyampaikan apresiasinya kepada tim pengabdian dari UNP. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi UMKM di Taram, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Selama tiga hari, peserta pelatihan diajarkan berbagai cara mengolah jamur tiram menjadi produk bernilai jual, seperti rendang jamur tiram, sate jamur tiram, sayur jamur tiram, kripik jamur tiram, nugget jamur tiram, hingga makanan khas Korea, ayam dakgongjeong.

“Alhamdulillah kegiatan yang masih dirasakan sangat singkat oleh semua orang berhasil dituntaskan. Kedepannya diharapkan para UMKM bisa mandiri dan bisa menilai dan menjual produk mereka sendiri,” pungkas Dony Novaliendry.