Danantara Kunjungi Semen Padang: Pemimpin Hancurkan Perusahaan?

oleh -89 Dilihat
coo-danantara-kunjungi-semen-padang,-dony-oskaria-:-perusahaan-hancur-karena-pemimpinnya
COO Danantara Kunjungi Semen Padang, Dony Oskaria : Perusahaan Hancur Karena Pemimpinnya

Padang – COO Danantara, Dony Oskaria, menyoroti pentingnya visi dan implementasi yang kuat dalam menjalankan perusahaan, terutama BUMN seperti PT Semen Padang. Hal ini disampaikan saat bertemu dengan jajaran direksi, komisaris, dan pejabat perusahaan di Wisma Indaruang, Jumat (20/2/2026).

Dony menekankan bahwa direksi harus memiliki visi yang jelas dan mengawal visi tersebut dengan baik.

“Direksi harus punya visi yang jelas dan percaya pada visi yang ia buat sendiri. Ia mesti mengawal dan mengontrolnya. Pemimpin harus mampu mengkomunikasikan ke jajarannya. Jangan jadi bos,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi fisik Semen Padang yang menurutnya perlu perbaikan.

“Secara fisik saja saya melihat Semen Padang, ada sesuatu yang salah,” ujarnya, menunjuk pada kondisi rumah dinas, sekolah, dan GOR yang kurang terawat.

Menurutnya, perubahan dari sisi luar penting agar Semen Padang tetap menjadi kebanggaan, apalagi sebagai satu-satunya perusahaan sejenis di Sumatera Barat.

Dony juga menyinggung laba tipis yang dialami Semen Indonesia, meskipun menjadi pemimpin pasar. Hal ini disebabkan oleh kerugian anak perusahaan dan adanya lembaga Mega Distributor yang dinilai tidak perlu.

“Mega Distibutor itu tidak perlu. Menurunkan harga agar produksi dan laba meningkat, jangan mimpi. Fokus saja pada perbaikan internal secepatnya,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar di setiap opco Semen Indonesia ditempatkan direktur bisnis, meskipun berasal dari holding.

Dony juga menyinggung transformasi BUMN yang sedang berjalan. Ia mencontohkan Krakatau Steel yang hancur karena dijalankan tanpa hati dan visi.

“Dulu BUMN satu sama lain tidak ada hubungannya. Karena itu jika ada BUMN sakit tersungkur, tidak ada BUMN lainnya bisa bantu,” jelasnya.

Ia menjelaskan konsep Danantara sebagai super holding yang mengelola aset dan investasi BUMN. Setelah semua BUMN disatukan di bawah Danantara, ditemukan banyak BUMN yang memiliki core bisnis yang sama namun kecil dan merugi.

Dony mengungkapkan bahwa laba BUMN sebenarnya sangat besar, mencapai Rp332 triliun pada 2025. Namun, setelah penyesuaian penurunan nilai aset, laba bersih BUMN turun menjadi sekitar Rp280 triliun hingga Rp285 triliun.

Danantara telah melakukan sejumlah corporate action, seperti untuk Garuda Indonesia dan Krakatau Steel, serta meresmikan proyek hilirisasi di 13 lokasi dengan total investasi US$7 miliar.