Bofet Garuda Bangkitkan Kenangan, Hadir Kembali di Pasar Raya

oleh -158 Dilihat
bofet-garuda-‘legend’-sejak-1990,-kembali-hadir-di-pasar-raya-fase-vii
Bofet Garuda ‘Legend’ Sejak 1990, Kembali Hadir di Pasar Raya Fase VII

Padang – Setelah sempat menghilang dari peredaran akibat gempa bumi dahsyat yang melanda Kota Padang pada tahun 2009, Bofet Garuda, sebuah ikon kuliner Pasar Raya Padang, kini kembali hadir menyapa para pelanggannya. Bofet yang telah melegenda di kalangan warga kota sejak era 1980-an ini, membuka kembali gerainya di lokasi baru di gedung Fase VII.

Generasi ketiga pemilik Bofet Garuda, Fikru, mengungkapkan bahwa kembalinya usaha kuliner ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali kenangan manis para pelanggan setia. “Setelah lima tahun vakum, kini Bofet Garuda hadir kembali,” ujarnya saat ditemui pada hari Sabtu (18/10/2025).

Sebelumnya, Bofet Garuda dikenal sebagai tempat favorit para pengunjung Pasar Raya untuk beristirahat dan menikmati hidangan lezat setelah berbelanja. Dengan menu andalan seperti Soto Padang dan Gado-Gado, serta pilihan lain seperti bistik kentang, nasi goreng, dan mie goreng, Bofet Garuda selalu ramai dikunjungi. Minuman segar seperti es tebak juga menjadi daya tarik tersendiri.

Namun, gempa bumi tahun 2009 mengubah segalanya. Kerusakan parah pada gedung Fase VII membuat Bofet Garuda terpaksa menutup usahanya. Kondisi ini berlangsung cukup lama hingga akhirnya pada sekitar tahun 2019, bofet tersebut benar-benar tutup.

Kini, dengan selesainya pembangunan kembali Gedung Fase VII oleh Pemerintah Kota Padang melalui bantuan dana pusat, Bofet Garuda kembali hadir untuk melayani para pelanggannya. “Lima tahun belakangan, orangtua memilih mengembangkan usaha ini di Jakarta, untuk kemudian kembali ke kampung halaman,” kata Fikru.

Berbeda dengan lokasi sebelumnya di lantai dasar, kini Bofet Garuda menempati lantai dua Gedung Fase VII. “Pemko Padang sengaja menempatkan pedagang kuliner di lantai atas untuk menghindari terjadinya kebakaran yang dapat menghanguskan seluruh gedung,” jelas Fikru.

Meskipun lokasi berbeda, menu yang disajikan tetap sama seperti dulu. Vanni, generasi kedua Bofet Garuda, tetap menjadi juru masak yang menjaga cita rasa khas Bofet Garuda. “Sekarang ibu di rumah, ibu yang memasak di rumah, kami yang menghidangkan di sini,” aku Fikru.

Harga yang ditawarkan pun tetap terjangkau. Seporsi Soto Garuda dijual seharga Rp20 ribu, sementara Gado-Gado, Nasi Goreng, dan menu lainnya dijual seharga Rp15 ribu per porsi. Minuman ditawarkan dengan harga Rp12 ribu.

“Selama ini memang banyak yang bertanya dan mencari Bofet Garuda, kini kami hadir dengan kekuatan baru,” jelas Fikru, mengundang para pelanggan setia untuk kembali menikmati hidangan legendaris ini. Bagi para pengunjung Pasar Raya yang ingin bernostalgia dan mengganjal perut setelah berbelanja, Bofet Garuda siap menyambut dengan cita rasa yang tak terlupakan.