BNPB Bangun Huntara, Kirim Logistik Cepat untuk Korban

oleh -133 Dilihat
bnpb-percepat-pembangunan-huntara,-salurkan-bantuan-logistik-korban-bencana
BNPB Percepat Pembangunan Huntara, Salurkan Bantuan Logistik Korban Bencana

Jakarta – Dampak bencana hidrometeorologi basah yang menerjang Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara masih terasa hingga kini. Data terbaru mencatat 1.204 orang meninggal dunia dan ratusan ribu lainnya mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Senin (2/2), sebanyak 140 orang masih hilang dan 105.842 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Upaya penanganan darurat terus digencarkan. BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait berupaya mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara).

Pembukaan akses jalan dan jembatan serta pemulihan kawasan permukiman menjadi prioritas utama.

Sejak 29 November 2025 hingga 27 Januari 2026, total 1.767,07 ton bantuan logistik telah disalurkan ke wilayah terdampak.

Pendistribusian logistik dilakukan melalui berbagai moda transportasi, termasuk pesawat charter BNPB, pesawat Hercules, truk jalur darat, dan kapal laut.

Logistik didistribusikan dari Pos Logistik Sumatra Barat (2.321,18 ton) dan Pos Logistik Aceh (2.186,2 ton).

Pembangunan huntara terus dikebut dengan target selesai sebelum Ramadan. Dari 17.332 unit yang diajukan, 5.039 unit telah rampung dan siap dihuni.

Sementara itu, pengajuan pembangunan hunian tetap tercatat sebanyak 14.286 unit.

Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) juga terus dioptimalkan. Hingga awal Februari 2026, 18.938 rekening penerima DTH telah siap, dan bantuan telah disalurkan kepada 9.360 kepala keluarga.

BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga provinsi terdampak untuk mempercepat tanggap darurat.

Di Aceh, OMC telah dilaksanakan 532 sorti dengan total bahan semai 508.000 kilogram.

Di Sumatra Utara, 406 sorti dengan total bahan semai 357.000 kilogram.

Sementara di Sumatra Barat, 409 sorti dengan total bahan semai 406.325 kilogram.

Operasi ini bertujuan mengendalikan intensitas curah hujan dan mengurangi potensi bencana susulan.

BNPB berkomitmen memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan berkelanjutan. Sinergi yang solid diharapkan mampu mempercepat pemulihan infrastruktur, memenuhi kebutuhan hunian layak, dan memperkuat mitigasi risiko bencana.