Baznas Padang Kirim Da’i, Bangun Masjid di Mentawai

oleh -162 Dilihat
dakwah-sunyi-dari-teras-negeri-(4):-dari-dukungan-hingga-isbat-nikah,-mentawai-tak-pernah-sendiri
Dakwah Sunyi dari Teras Negeri (4): Dari Dukungan hingga Isbat Nikah, Mentawai Tak Pernah Sendiri

Mentawai – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Semen Padang terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kepulauan Mentawai melalui program dakwah dan sosial. Puluhan da’i muda diterjunkan ke pelosok pulau untuk memberikan pembinaan akidah dan membantu masyarakat yang kurang terlayani.

Ketua UPZ Baznas Semen Padang, Iskandar S. Taqwa, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen untuk menjaga keimanan di wilayah perbatasan. “Para da’i binaan ini adalah ujung tombak kami untuk menyentuh langsung masyarakat yang selama ini luput dari dakwah,” ujarnya.

Keterbatasan akses dan fasilitas menjadi tantangan utama dalam menjalankan dakwah di Mentawai. Namun, UPZ Baznas Semen Padang memberikan dukungan penuh kepada para da’i, termasuk insentif bulanan, sepeda motor, dan rumah tinggal. “Kebanyakan da’i kami berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Maka dukungan logistik menjadi penting agar mereka bisa fokus berdakwah, tanpa harus memikirkan kebutuhan dasar sehari-hari,” jelas Iskandar.

Selain dakwah, UPZ Baznas Semen Padang juga menginisiasi program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah pelaksanaan sidang isbat nikah, terutama bagi mualaf dan pasangan yang belum memiliki dokumen pernikahan sah. “Di Mentawai, banyak warga yang belum memiliki dokumen pernikahan sah. Ini menjadi kendala bagi anak-anak mereka untuk mengakses pendidikan atau layanan kesehatan,” ungkap Iskandar.

Melalui kerja sama dengan KUA dan instansi terkait, UPZ Baznas Semen Padang membantu melegalisasi pernikahan warga. Program ini diharapkan dapat menguatkan umat dan menjamin hak-hak sosial mereka.

Pembangunan masjid juga menjadi fokus perhatian UPZ Baznas Semen Padang. Masjid Bahrul Ulum di Dusun Sutek’ Uleu, Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, menjadi contoh nyata. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan dakwah, pendidikan agama, dan tempat tinggal sementara bagi para da’i. “Masjid di pedalaman tidak sekadar tempat salat. Di sana, anak-anak belajar Al-Qur’an, masyarakat berkumpul, dan da’i punya tempat untuk membina umat,” kata Iskandar.

UPZ Baznas Semen Padang berharap bahwa upaya mereka dapat terus menghidupkan syiar Islam di Kepulauan Mentawai. Meskipun terpencil, Mentawai tidak pernah sendiri dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.