Padang – Setelah melaksanakan tugas sebagai Anggota Kepolisian sejak tahun 1982 atau 37 tahun, saatnya AKBP Jufnedi memasuki masa Purna Tugas, dan kembali menjadi rakyat biasa.
Sangat jarang seorang perwira ingin berbaur bersama masyarakat biasa. Namun, AKBP Jufnedi ialah personil Polri yang senantiasa selalu berada dilingkungan masyarakat, baik di warung, rumah ibadah maupun tempat lainnya.
Lebih dari setengah kedinasannya dihabiskan pada bagian intelijen, sehingga sangat jarang Jufnedi ditemui memakai Korp Kepolisian. Sehingga banyak orang terkejut jika sebenarnya anggota Kepolisian.
Jufnedi pun dikenal sudah palang melintang di Polri. Mulai dari Kasat, Kapolsek, Wakapolres hingga terakhir menjadi Subdit 1 Dir Intel Polda Sumbar.
Salah seorang sahabat, Aguswanto mengatakan, sangat jarang seorang perwira menengah duduk dan ngobrol di warung kecil, seperti hal yang dilakukan AKBP Jufnedi.
“Jufnedi itu Polisi ninik-mamak, kalau beliau berkenan pasti banyak partai yang mau mengambil menjadi pengurus di partai, karena beliau sosok sangat humanis,humoris dan cerdas,” kata Agus.
Ditambahkan Agus, selama bertugas di Kepolisian, Jufnedi banyak membantu masyarakat, khususnya dalam memberi pemahaman tentang hukum dan rasa kemanusiaan sehingga hidup bisa lebih tertib serta lebih nyaman.
Sekaitan Purna Tugas, AKBP Jufnedi pamit undur diri pada semua lapisan masyarakat, baik organisasi agama, sosial, politik, pemuda dan masyarakat.
“Saya mohon diri dan minta maaf kepada semua lapisan masyarakat serta organisasi dan instansi,baik ormas,agama,pemuda dan politik, juga masyarakat banyak, karena ada sesuatu yang saya sengaja atau tidak sudah menyakiti,” terang Jufnedi.
Ditambahkannya, Purna Tugas bukan berarti memutus hubungan silaturahmi, meskipun secara kedinasan telah berakhir.
“Dinas saya memang sudah berakhir, namun secara pribadi silaturahmi harus tetap dijaga, karena itu nanah agama,” pungkasnya.






