AI Ancam Jurnalisme, Media Mainstream Harus Beradaptasi!

oleh -121 Dilihat
retreat-pwi,-wamen-komdigi-nezar-patria:-ai-tantangan-jurnalis-dan-kiamatkan-media-mainstream
Retreat PWI, Wamen Komdigi Nezar Patria: AI Tantangan Jurnalis dan Kiamatkan Media Mainstream

BOGOR – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menyoroti tantangan serius bagi jurnalisme di era kecerdasan buatan (AI). Ia menyebut AI dapat menggerus nilai-nilai kebangsaan jika tidak digunakan dengan bijak.

Hal tersebut disampaikan Nezar Patria saat Retret Bela Negara PWI di Aula Manunggal Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM HAN Kemhan RI, Rumpin, Bogor, Jumat (30/1/2026).

Nezar menjelaskan, platform AI berlomba-lomba menciptakan kecerdasan buatan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para wartawan.

“Tantangan kerja wartawan ke depan soal AI ini tidak main-main, apalagi AI terus berpacu kontennya, walau palsu tapi sangat disukai netizen,” kata Nezar.

Nezar mengutip penelitian Reuters yang menunjukkan hanya 38 persen pemimpin redaksi (Pemred) yang percaya diri dengan prospek media mainstream di tengah gempuran AI.

Mantan Pemred Jakarta Post itu menekankan, pers mainstream harus mampu menyajikan sesuatu yang tidak dimiliki AI, seperti berita on the ground atau on the spot.

Ia juga menyarankan agar media memperkuat produksi konten real time melalui visualisasi, video pendek, dan infografis.

“Berita human interest ini sulit disajikan AI karena tampilan AI tidak punya emosi,” ujarnya.

Nezar mengingatkan, etika jurnalisme harus tetap menjadi ruh profesi wartawan di tengah hiruk pikuk konten AI.

Pemerhati media sosial, Adrian Toaik, menambahkan pemerintah harus sigap dalam menghadapi perkembangan AI dan media sosial.

“Jangan karena menghormati kebebasan ekspresi, tapi karena pelintiran, framing palsu, justru berdampak pada harmonis berbangsa dan bernegara,” tegas Toaik.

Ia berharap Komdigi memiliki “penangkal petir” untuk konten yang merusak nilai-nilai cinta tanah air demi keutuhan bangsa dan negara.