DPR Minta Kemendag Cegah Peredaran Beras Oplosan Lewat Kopdes

oleh -169 Dilihat
hj-nevi-zuairina-minta-kemendag-tangkal-beras-oplosan-melalui-kopdes-merah-putih
Hj Nevi Zuairina Minta Kemendag Tangkal Beras Oplosan melalui Kopdes Merah Putih

Jakarta – Temuan beras oplosan yang beredar di pasaran memicu kekhawatiran di kalangan anggota parlemen. Inspeksi mendadak yang dilakukan Kementerian Perdagangan bersama Satgas Pangan di 10 provinsi pada Juli 2025 menemukan bahwa mayoritas sampel beras, sekitar 85-90 persen, tidak memenuhi standar mutu, label harga, dan volume kemasan yang ditetapkan.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, menyampaikan keprihatinannya atas dampak negatif yang ditimbulkan oleh praktik kecurangan ini. “Ini bukan hanya soal konsumen yang dirugikan. Dampaknya jauh lebih luas, hingga ke petani dan pedagang kecil. Ketika publik kehilangan kepercayaan pada beras lokal, maka seluruh ekosistem pangan ikut terdampak,” ujarnya.

Nevi menyoroti adanya indikasi praktik curang yang terabaikan sejak awal tahun. “Peringatan dini seharusnya sudah muncul sejak Januari 2025, ketika harga beras di pasaran melonjak, sementara harga gabah justru menurun,” katanya. Ia menambahkan, “Ini sinyal adanya praktik curang di lapangan yang gagal dibaca oleh Kementerian Perdagangan. Ada celah serius dalam sistem pemantauan harga dan distribusi pangan.”

Politisi tersebut juga mengingatkan bahwa tindakan menjual beras oplosan merupakan pelanggaran serius terhadap hak-hak konsumen. “Pasal 8 UU No. 8 Tahun 1999 jelas melarang penjualan barang yang tidak sesuai standar. Ancaman pidananya bisa sampai lima tahun penjara atau denda dua miliar rupiah,” tegasnya.

Sebagai solusi, Nevi mengusulkan penguatan peran koperasi desa (Kopdes) Merah Putih. Menurutnya, “Koperasi ini bisa menjadi garda depan dalam membina petani menghasilkan gabah berkualitas, memastikan transparansi label kemasan, dan menggandeng pemerintah desa dalam pengawasan distribusi. Ini cara konkret mencegah beras oplosan.”

Nevi berharap adanya sinergi dari berbagai pihak untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. “Saya berharap, semua elemen bergerak bersama, Asa Cita keenam Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan nasional bisa terwujud dengan lebih cepat dan kokoh,” pungkasnya.