Nevi Zuairina Dorong Kebangkitan Koperasi Jadi Soko Guru Ekonomi

oleh -291 Dilihat
hj-nevi-zuairina:-hari-koperasi-momentum-kebangkitan-soko-guru-ekonomi-nasional
Hj Nevi Zuairina: Hari Koperasi Momentum Kebangkitan Soko Guru Ekonomi Nasional

Jakarta – Momentum Hari Koperasi Indonesia yang diperingati setiap tanggal 12 Juli, diharapkan menjadi titik balik bagi kebangkitan koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, menanggapi kondisi terkini koperasi di Indonesia.

Nevi menyoroti penurunan jumlah koperasi aktif secara signifikan dalam satu dekade terakhir. Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa pada tahun 2023, hanya terdapat 130.119 unit koperasi aktif, merosot lebih dari 79 ribu unit sejak tahun 2014. Penurunan ini, menurutnya, sejalan dengan proses penataan ulang koperasi yang tengah dilakukan pemerintah.

“Hari Koperasi Indonesia tahun 2025 harus menjadi momentum kebangkitan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia,” tegas Nevi, seraya menambahkan bahwa pengembangan koperasi termasuk dalam Asta Cita ke-3 Presiden terpilih, Prabowo Subianto. “Ini harus kita dukung secara maksimal.”

Politisi dari Fraksi PKS ini mengidentifikasi sejumlah tantangan yang dihadapi koperasi, termasuk maraknya koperasi fiktif, rendahnya digitalisasi dan inovasi, serta masalah permodalan. Ia menekankan perlunya penyelesaian masalah ini secara sistematis dan komprehensif.

Nevi juga menyoroti rendahnya partisipasi masyarakat dalam koperasi, di mana hanya sekitar 10 persen penduduk Indonesia yang menjadi anggota. Data dari Indonesian Consortium for Cooperative Innovation (ICCI) bahkan menunjukkan bahwa partisipasi generasi Z hanya sekitar 6 persen. “Mendorong keterlibatan generasi muda dalam koperasi adalah tantangan besar,” ujarnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Nevi menekankan pentingnya peran pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjadikan koperasi sebagai gerakan yang relevan dan menarik. “Kementerian Koperasi harus mampu membangun ekosistem koperasi yang sehat dan progresif,” jelasnya. Ia juga mendorong kemitraan strategis dengan lembaga pendidikan formal, aktivis koperasi, dan pemerintah daerah.

Menutup pernyataannya, Nevi menegaskan komitmen Fraksi PKS di DPR RI untuk terus memperjuangkan pengesahan Undang-Undang Perkoperasian yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pelaku koperasi di tanah air. “Kami ingin kebangkitan koperasi tidak sekadar slogan, tetapi terwujud dalam kebijakan konkret dan dukungan nyata dari negara,” pungkasnya.