Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi memulai pencarian figur baru untuk menduduki kursi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) periode 2026-2031. Masyarakat luas kini diberi kesempatan untuk mendaftarkan diri guna mengisi lima posisi strategis yang tersedia.
Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma, menyatakan bahwa pendaftaran ini merupakan upaya serius pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, dan sedekah di Sumatera Barat. Ia menekankan pentingnya mendapatkan sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan amanah tersebut.
“Jumlah kebutuhan pimpinan BAZNAS untuk periode 2026-2031 sebanyak lima orang. Seluruhnya akan diisi melalui hasil seleksi yang sedang dibuka saat ini,” ujar Edi Dharma.
Proses seleksi dilakukan secara transparan melalui portal daring Sistem Informasi Manajemen Zakat (SIMZAT) milik Kementerian Agama. Pendaftaran telah dibuka sejak 15 Juli dan akan ditutup pada 29 Juli 2026 mendatang.
Terkait teknis seleksi, Ketua Tim Seleksi, Arry Yuswandi, telah menetapkan jadwal verifikasi administrasi pada 30 Juli, dengan hasil yang diumumkan pada 1 Agustus 2026. Tahapan berlanjut dengan tes kompetensi berupa ujian pengetahuan dasar dan penulisan makalah pada 3 hingga 4 Agustus 2026.
Peserta yang berhasil lolos ujian tertulis dijadwalkan mengikuti sesi wawancara pada 8 Agustus 2026. Seluruh rangkaian proses seleksi ini ditargetkan berakhir pada 11 Agustus 2026 dengan pengumuman 10 besar calon pimpinan.
Edi Dharma berharap masyarakat yang memenuhi kriteria segera memanfaatkan peluang ini. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat krusial dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang lebih bermanfaat bagi kesejahteraan warga Sumatera Barat.






