Pemkab Agam Usulkan Trase Baru Tol Sicincin-Bukittinggi Minimalisir Dampak

oleh -16 Dilihat

Sungai Pua – Pemerintah Kabupaten Agam mengajukan perubahan trase jalan tol ruas Sicincin-Bukittinggi guna menekan angka penggusuran pemukiman warga. Usulan ini menjadi langkah preventif agar pembangunan infrastruktur strategis nasional tersebut tidak melumpuhkan aktivitas sosial masyarakat setempat.

Bupati Agam, Benni Warlis, memaparkan rencana jalur baru sepanjang enam kilometer dalam rapat koordinasi di Kantor Camat Sungai Pua, Rabu (15/7). Trase yang diusulkan membentang dari Pasar Amor menuju Simpang Taluak hingga terkoneksi ke Jalan Bypass Bukittinggi.

Benni menjelaskan bahwa pemilihan jalur ini merupakan solusi paling rasional untuk memangkas risiko dampak sosial. Pada rencana awal, proyek tol diprediksi akan menggusur sekitar 80 rumah serta sejumlah fasilitas umum seperti masjid.

“Ini merupakan tindak lanjut rapat di Kejati Sumbar. Kita menyampaikan rencana pemindahan trase yang lebih pendek, dari pasar Amor ke Simpang Taluak menuju Bypass. Panjangnya sekitar enam kilometer,” ujar Benni.

Ia mengakui bahwa meski jalur baru tetap memerlukan pembebasan lahan, namun dampaknya jauh lebih minim dibandingkan opsi sebelumnya. Pemkab Agam berusaha mencari titik tengah agar pembangunan berjalan tanpa mengorbankan kepadatan pemukiman secara masif.

Sebelum melangkah ke tahap sosialisasi kepada niniak mamak dan masyarakat, Benni menekankan pentingnya penyamaan persepsi dengan perangkat nagari. Konsultasi publik nantinya akan menjadi penentu apakah usulan trase ini disetujui atau memerlukan evaluasi kembali.

“Kalau dalam konsultasi publik masyarakat menolak, tentu akan kembali dibahas lagi. Karena itu sekarang kita libatkan pemerintah provinsi sejak awal agar proses persiapan berjalan lebih efektif,” jelasnya.

Benni berharap dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penetapan lokasi. Percepatan ini dinilai krusial agar pembangunan jalan tol dapat segera terealisasi sebagai pendorong ekonomi masyarakat Agam.