Padang – Ajang pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak 2026 di Padang kini mencatatkan sejarah baru dengan melibatkan anak berkebutuhan khusus. Pemerintah Kota Padang secara resmi memperkenalkan kategori “Duta Anak Pejuang Disabilitas” guna memperkuat komitmen kota yang inklusif.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Kota Padang, Ade Yonanda Irza, menyatakan apresiasinya terhadap antusiasme peserta disabilitas. Ia meyakini kehadiran mereka akan memberikan warna baru dan inspirasi bagi anak-anak lainnya di sekolah.
“Kami berharap mereka menjadi panutan dan menjalankan peran sebagai pelopor serta pelapor dalam pemenuhan hak anak di lingkungan sekolah,” ujar Ade, Selasa (14/7/2026).
Secara keseluruhan, kompetisi tahun ini mencatat lonjakan partisipasi dengan total 110 pelajar SMP yang mendaftar. Tingginya minat ini menunjukkan kesadaran generasi muda untuk berkontribusi sebagai agen perubahan dalam mewujudkan Padang sebagai Kota Layak Anak.
Proses seleksi saat ini tengah berjalan ketat melalui tiga tahapan. Peserta diuji melalui seleksi esai kreatif, sebelum disaring menjadi 30 besar untuk mengikuti tahap wawancara serta unjuk bakat.
Dari seluruh pendaftar, sebanyak 14 finalis terbaik akan dipilih untuk melaju ke babak puncak. Rencananya, mereka akan tampil memukau pada malam apresiasi di Youth Center Kota Padang pada 25 Juli 2026.
“Sebanyak 14 finalis akan tampil pada acara puncak di Youth Center Kota Padang pada 25 Juli 2026 mendatang,” jelas Ade.
Pemerintah Kota Padang berharap program ini terus menjadi wadah positif bagi pengembangan potensi kepemimpinan anak. Melalui ajang ini, setiap anak tanpa terkecuali diberikan ruang yang sama untuk berkarya dan berprestasi.






