Pemkot Padang Cari Skema Inovatif Kelola Tahura Bung Hatta

oleh -14 Dilihat
komma-gelar-diskusi-taman-hutan-raya-bung-hatta,-wawako-maigus-nasir-imbau-untuk-jaga-dan-syukuri
KOMMA Gelar Diskusi Taman Hutan Raya Bung Hatta, Wawako Maigus Nasir Imbau untuk Jaga dan Syukuri

Padang – Pemerintah Kota Padang berupaya menyulap Taman Hutan Raya (Tahura) Dr. Mohammad Hatta menjadi destinasi agrowisata yang mandiri secara finansial. Langkah ini diambil untuk menjaga kelestarian kawasan seluas 240 hektar tersebut melalui skema pendanaan yang lebih inovatif.

Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir, mendorong optimalisasi potensi agrowisata di lokasi tersebut. Ia berharap masyarakat dapat menjadikan Tahura sebagai pilihan utama berwisata, mengingat adanya fasilitas pertanian, peternakan, dan taman buah di kawasan itu.

Dorongan tersebut disampaikan Maigus saat membuka Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Komunitas Mahasiswa Mencintai Alam (KOMMA) Fakultas Pertanian Unand, Kamis (9/7/2026). Ia menekankan bahwa tantangan pemeliharaan hutan lindung memerlukan keterlibatan banyak pihak.

“Banyak ide dan inovasi yang bisa diciptakan dari forum ini. Yang penting, bagaimana Taman Hutan Raya itu bisa terkelola dan terpelihara dengan sebaik-baiknya,” ujar Maigus di Balai Kota Padang.

Di sisi lain, Wakil Dekan II Fakultas Pertanian Unand, Dr. Jumsu Trisno, berharap forum diskusi ini mampu melahirkan solusi konkret. Ia menekankan bahwa Tahura bukan sekadar hutan biasa, melainkan aset berharga yang harus dikelola dengan tepat.

Kegiatan diskusi ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-50 KOMMA. Forum tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kota Padang, Dinas Kehutanan Pemprov Sumbar, serta para praktisi lingkungan hidup.

Sebagai catatan, Tahura Bung Hatta memiliki sejarah panjang sejak era Kebun Raya Setia Mulya pada 1955. Sejak 1991, kawasan strategis ini berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Padang.