Jemaah Haji Padang Bagikan Pelajaran Berharga di Armuzna

oleh -14 Dilihat
cerita-jemaah-haji-debarkasi-padang-petik-pelajaran-berharga-di-armuzna
Cerita Jemaah Haji Debarkasi Padang Petik Pelajaran Berharga di Armuzna

Padang – Jemaah haji Kloter 7 Debarkasi Padang pulang ke tanah air dengan membawa kesan mendalam dari rangkaian ibadah di Armuzna, yang terdiri atas Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pengalaman itu disebut menjadi salah satu titik paling berharga selama menunaikan haji, karena mengajarkan disiplin, kebersamaan, dan kerendahan hati di hadapan Allah SWT.

Bagi para jemaah, Armuzna bukan sekadar bagian dari prosesi ibadah. Di tempat itu, mereka merasakan ujian fisik sekaligus pelajaran spiritual yang kuat, saat seluruh jemaah dari berbagai negara melebur dalam satu tujuan ibadah yang sama tanpa memandang jabatan maupun profesi.

Merita Roza, jemaah asal Bukittinggi, mengatakan fase Armuzna menjadi momen yang paling membekas sepanjang perjalanannya. Ia menyebut, kepadatan jutaan jemaah menuntut setiap orang untuk menjaga disiplin, bersabar, dan saling menghormati.

“Di Armuzna, kesabaran dan kebersamaan benar-benar dilatih. Kita dituntut untuk disiplin dan menghargai waktu,” ujar Merita saat ditemui di Asrama Haji Padang, Kamis (11/6/2026).

Merita juga mengaku menjalankan ibadah dengan lancar selama berada di Tanah Suci. Ia menilai layanan akomodasi dan konsumsi yang disiapkan penyelenggara di Arab Saudi sangat membantu kenyamanan jemaah.

Hal senada disampaikan Ayu Romaniza. Menurut dia, Armuzna menjadi ruang belajar untuk menundukkan ego dan memahami hakikat kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT.

Ia menilai, pakaian ihram yang seragam dikenakan jutaan jemaah memberi pesan kuat bahwa semua manusia sama di hadapan Sang Pencipta.

Namun, Ayu juga memberi catatan untuk penyelenggaraan haji ke depan, terutama terkait pendampingan bagi jemaah lanjut usia. Ia berharap perhatian terhadap kelompok lansia dibuat lebih intensif agar mereka bisa menjalani ibadah yang menguras tenaga itu secara lebih optimal.

“Bagi jemaah lansia hendaknya memang ada pendamping yang lebih fokus. Jika hanya mengandalkan teman satu rombongan, terkadang cukup sulit karena setiap jemaah juga fokus menjalankan ibadah masing-masing,” ungkap Ayu.

Setelah kembali ke Indonesia, para jemaah berharap nilai-nilai yang mereka dapatkan selama di Tanah Suci tetap terjaga. Kesabaran, kebersamaan, dan kerendahan hati menjadi bekal yang mereka bawa pulang sebagai bagian dari perubahan diri setelah menunaikan ibadah haji.