Pemkab Tanah Datar Gandeng Unand Percepat Penurunan Stunting

oleh -16 Dilihat
pemkab-tanah-datar-gandeng-unand-tekan-angka-stunting
Pemkab Tanah Datar Gandeng Unand Tekan Angka Stunting

Padang – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggandeng Universitas Andalas (Unand) untuk mempercepat penurunan angka stunting di daerah itu. Kolaborasi ini diarahkan menjadi langkah terukur agar persoalan stunting dapat ditangani dari hulu hingga hilir.

Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S), mendatangi kampus Unand pada Selasa (26/5/2026) guna mematangkan kerja sama tersebut. Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Rektor I Unand Prof. Dr. Syukri Arief dan Direktur Studi Unand Prof. Dr. dr. Andani Eka Putra.

Dua pihak kemudian menyepakati penyusunan program kolaborasi yang mencakup target jangka pendek, menengah, hingga panjang. Ahmad Fadly menegaskan penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu, bukan berjalan sendiri-sendiri.

“Kami membahas program kerja sama yang menyeluruh. Stunting adalah persoalan serius bagi masa depan generasi mendatang, sehingga penanganannya harus dilakukan secara masif dan terstruktur,” ujar Ahmad Fadly.

Untuk tahap awal, Unand akan mengirim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke 14 titik di Tanah Datar. Para mahasiswa tersebut akan dibekali materi khusus agar bisa memberi edukasi dan pendampingan pencegahan stunting kepada masyarakat di tingkat nagari.

Pada target menengah dan panjang, Pemkab Tanah Datar bersama Unand memasang sasaran penurunan prevalensi stunting hingga di bawah 10 persen dalam lima tahun ke depan. Angka kasus baru juga ditargetkan turun ke bawah 5 persen.

Andani Eka Putra menjelaskan, intervensi yang disiapkan tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga sosial, hukum, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Ia mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah memetakan persoalan di lapangan agar program yang disusun lebih tepat sasaran.

“Semua kegiatan nantinya berbasis pada pendampingan masyarakat langsung di nagari,” kata Andani.

Saat ini, prevalensi stunting di Kabupaten Tanah Datar masih berada di kisaran 26 persen. Melalui kemitraan ini, Unand optimistis angka tersebut bisa ditekan secara signifikan hingga di bawah 14 persen dalam tiga hingga empat tahun mendatang.