Menteri PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Tanjung Alam

oleh -32 Dilihat
terbesar-di-indonesia,-menteri-pu-dody-hanggodo-tinjau-pembangunan-sekolah-rakyat-di-tanjung-alam
Terbesar di Indonesia, Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjung Alam

Tanah Datar – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (21/5/2026). Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu Sekolah Rakyat terbesar di Indonesia, dengan daya tampung hingga 3.000 siswa di atas lahan seluas 16 hektare.

Dody mengatakan, skala pembangunan sekolah itu menjadi perhatian khusus karena ukurannya jauh lebih besar dibandingkan sekolah serupa pada umumnya. Ia menyebut fasilitas tersebut bahkan berpotensi memiliki bangunan hingga tiga lantai.

“Ini salah satunya, mungkin ini yang paling besar karena bisa menampung tiga ribu murid. Lahannya juga besar sekitar 16 hektare, mungkin bahkan ada bangunan yang dibuat tiga lantai,” kata Dody saat berada di lokasi.

Untuk memperlancar pembangunan, Dody menegaskan perlunya dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, terutama dalam percepatan perizinan dan pembangunan akses infrastruktur menuju kawasan sekolah.

Ia juga meminta akses jalan menuju lokasi diperlebar hingga 5,5 meter agar distribusi logistik, khususnya kebutuhan makanan bagi ribuan siswa, dapat berjalan lancar.

Menurut Dody, proses pematangan lahan akan dikerjakan PT Nindya Karya dan ditargetkan rampung dalam waktu sepekan. Namun, ia mengingatkan pengerjaan tidak boleh dilakukan terburu-buru tanpa standar yang tepat karena bangunan tersebut tergolong berisiko tinggi atau high risk building.

“Secepat-cepatnya, tapi tidak bisa sembarangan karena bangunan high risk building. Kalau sembarangan takutnya ambruk,” ujarnya.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menjelaskan, lahan untuk pembangunan sekolah berasal dari hibah keluarga besar Dony Oskaria seluas sekitar 10 hektare. Lahan itu kemudian akan ditambah sekitar 6 hektare lagi.

“Keluarga besar Dony Oskaria menghibahkan tanah kepada kami sekitar 10 hektare, dan ini kita minta tambah 6 hektare lagi. Hibahnya sudah berjalan dan proses sertifikat juga sudah selesai,” kata Eka.

Ia memastikan, pelaksanaan proyek juga mulai melibatkan tenaga kerja lokal sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sekarang warga lokal sudah banyak yang bekerja di sini,” ujarnya.

Eka turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian terhadap program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Bangunan yang diberikan bahkan melebihi boarding school terbaik di negeri ini. Itulah kehebatan Presiden kita,” katanya.