Adrian Tuswandi Bela Jurnalis, Tegur Israel Keras

oleh -35 Dilihat

Padang – Penangkapan sembilan warga negara Indonesia dan tiga jurnalis Indonesia oleh militer Israel di perairan internasional saat misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, menuai kecaman dari Ketua Jaringan Pemred Sumatera Barat, Adrian Tuswandi.

Adrian menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan karena rombongan tersebut tengah membawa bantuan untuk warga sipil di Gaza. Ia mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik agar seluruh WNI dan jurnalis yang ditahan bisa dibebaskan.

“JPS Sumbar mengutuk keras tindakan Israel atas penangkapan WNI dan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina,” kata Adrian saat dihubungi, Kamis, 21 Mei 2026 pagi.

Ia juga meminta para WNI dan jurnalis itu diperlakukan secara baik selama masa penahanan. Menurutnya, jurnalis di seluruh dunia memiliki ikatan solidaritas yang kuat.

“Tolong perlakukan dengan baik dan terhormat dan segera lepaskan, jurnalis itu penuh jiwa korsa, satu disakiti sedunia jurnalias mengobati,” tegasnya.

Menurut Adrian, penangkapan itu terjadi saat Armada Global Sumud Flotila 2.0 berlayar dari Kota Marmaris, Turki, pada Kamis, 14 Mei 2026. Armada tersebut terdiri atas 54 kapal dengan awak dari sekitar 70 negara dan membawa bantuan makanan serta obat-obatan untuk warga Gaza.

Rombongan itu bagian dari Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI, yang di dalamnya terdapat sembilan warga negara Indonesia.

Tiga jurnalis Indonesia yang ikut ditangkap adalah Bambang Noroyo dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

Armada itu dicegat di perairan internasional sekitar 310 mil laut dari Gaza. Saat dihentikan, kapal-kapal tersebut belum memasuki wilayah teritorial Israel maupun Palestina.

JPS Sumbar juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas kepada warga sipil Palestina serta mendukung upaya perdamaian yang dilakukan komunitas internasional.