Banjir Lintau Buo Hancurkan 67 Rumah, 5 Jembatan

oleh -53 Dilihat
banjir-lintau-buo-rusak-67-rumah-dan-5-jembatan
Banjir Lintau Buo Rusak 67 Rumah Dan 5 Jembatan

Tanah Datar – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanah Datar selama beberapa hari terakhir memicu banjir dan longsor di sejumlah kecamatan, yakni Tanjung Emas, Padang Ganting, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, dan Sungai Tarab.

Dampak paling parah terjadi di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, setelah Sungai Batang Tampo yang berhulu di Gunung Sago meluap pada Selasa (12/5) malam. Luapan air membawa lima rumah warga hanyut, memutus lima jembatan, serta merusak ratusan hektare sawah.

Bupati Tanah Datar Eka Putra turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari wali nagari dan masyarakat. Ia mengatakan banjir di wilayah itu menyebabkan 67 rumah rusak, lima rumah dan lima jembatan hanyut, serta lebih dari 100 hektare lahan pertanian terdampak.

“Saat ini saya berada di lokasi terdampak banjir di Nagari Taluak. Berdasarkan laporan wali nagari, banjir tadi malam mengakibatkan 67 rumah rusak, lima rumah dan lima jembatan hanyut, serta merusak lebih dari seratus hektare sawah masyarakat,” kata Eka Putra, Rabu (13/5/2026).

Ia menegaskan kebutuhan kesehatan dan makanan bagi warga yang mengungsi harus segera dipastikan terpenuhi. Menurut dia, pemerintah daerah sudah menyalurkan bahan makanan mentah untuk membantu warga terdampak.

“Kami sudah menyalurkan bahan makanan mentah. Selanjutnya, wali nagari bersama masyarakat menyiapkan kebutuhan pengungsi di lapangan,” ujarnya.

Eka juga didampingi Anggota DPRD Tanah Datar Indra Gunalan, Kalaksa BPBD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim LH, Kepala Dinas Sosial, camat, dan sejumlah pejabat lainnya. Ia meminta tim segera diterjunkan untuk mendata kerusakan secara rinci agar penanganan pascabencana bisa dilakukan cepat dan terukur.

Bupati menambahkan, banjir tersebut menjadi yang pertama terjadi selama dirinya menjabat. Ia menyebut Sungai Batang Tampo meluap akibat curah hujan tinggi di bagian hulu yang berada di Gunung Sago.

“Bencana banjir seperti ini baru pertama kali terjadi selama saya menjabat sebagai bupati. Sungai Batang Tampo meluap akibat curah hujan tinggi, sementara hulunya berada di Gunung Sago,” katanya.

“Nanti akan kami cek hingga ke bagian hulu untuk melihat kondisi sebenarnya. Namun saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan warga terdampak,” sambungnya.

Sementara itu, Wali Nagari Taluak Pendi Aswil mengatakan lima jembatan yang hanyut membuat sejumlah warga terisolasi. Warga yang rumahnya ikut hanyut saat ini mengungsi ke rumah keluarga masing-masing.

Pemerintah nagari juga menyiapkan lokasi pengungsian di Kantor Wali Nagari Taluak untuk mengantisipasi kondisi darurat. Pendi menyebut pihaknya tetap siaga penuh memantau perkembangan di lapangan.

“Kami siaga 24 jam memantau kondisi di lapangan. Jika situasi memburuk dan warga membutuhkan tempat pengungsian, seluruh fasilitas sudah kami siapkan,” ujar Pendi.