Rano Karno Disambut Tari Pasambahan di Bonjol

oleh -17 Dilihat
kembali-ke-tanah-leluhur-bonjol,-rano-karno-disambut-tari-pasambahan
Kembali ke Tanah Leluhur Bonjol, Rano Karno Disambut Tari Pasambahan

Bonjol – Kepulangan Rano Karno ke Bonjol, Kabupaten Pasaman, Selasa (14/4/2026), disambut meriah ribuan warga yang sudah lama menantikan kedatangan tokoh yang akrab disapa Si Doel itu. Momen “pulang marantau” tersebut berubah menjadi ajang haru sekaligus silaturahmi besar bagi masyarakat Ranah Minang.

Sejak pagi, kawasan Tugu Equator Bonjol yang berdekatan dengan Museum Tuanku Imam Bonjol sudah dipadati warga dari berbagai kejorongan dan nagari. Mereka datang untuk melihat langsung sosok yang selama ini menjadi kebanggaan banyak orang di kampung halaman.

Antusiasme warga tak surut meski ini merupakan kunjungan ketiga Rano ke Bonjol. Ia tiba sekitar pukul 09.30 WIB bersama istrinya, Dewi Karno, dan rombongan keluarga.

Sejak pukul 08.00 WIB, warga sudah berjaga di lokasi. Toni (36), salah seorang warga, mengatakan dirinya datang lebih awal agar tidak ketinggalan menyambut kedatangan idolanya.

“Kami sudah menunggu sejak pukul 08.00 WIB, karena informasinya beliau akan tiba sekitar pukul 09.30 WIB,” ujarnya.

Rombongan Rano sebelumnya berangkat dari Bukittinggi usai menghadiri agenda kerja sama di Pariaman bersama Vasco Ruseimy dan pemerintah daerah setempat. Kepulangan itu sekaligus menjadi ruang pertemuan antara keluarga besar, pemerintah daerah, dan masyarakat Bonjol.

Penyambutan dilakukan secara adat melalui Tari Pasambahan yang dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, bersama jajaran Forkopimda. Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan rasa bangga dan haru atas kedatangan tokoh nasional berdarah Bonjol tersebut.

“Selamat datang di Ranah Pasaman tercinta, di Bonjol kota pahlawan nan legendaris. Ini adalah kampung halaman tokoh kami, tempat sejarah perjuangan besar pernah lahir,” ujar Welly Suhery.

Ia menyebut, kemeriahan penyambutan mencerminkan kerinduan sekaligus kebanggaan masyarakat terhadap Rano Karno yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Welly juga berharap kehadiran Rano dapat ikut mendorong pembangunan daerah, termasuk promosi potensi wisata di kawasan equator dan planetarium Bonjol.

Rano Karno sendiri mengaku terharu melihat sambutan hangat dari warga. Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang menyambutnya dengan penuh keakraban.

“Terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini. Saya sangat terharu dan bangga bisa kembali ke kampung halaman,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Rano juga membuka peluang kerja sama antara daerah dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama di sektor pertanian dan ketahanan pangan. Menurut dia, hasil pertanian Pasaman memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan pangan ibu kota.

Selain agenda resmi, kunjungan ini juga punya makna pribadi bagi Rano. Ia menyebut kedatangannya merupakan amanah dari almarhum ibundanya untuk menjaga silsilah keluarga agar tidak terputus.

“Ini bagian dari sejarah keluarga yang harus saya jaga,” tuturnya.

Selama berada di Bonjol, Rano dijadwalkan mengikuti sejumlah kegiatan, mulai dari peletakan batu pertama pembangunan rumah keluarga, ziarah ke makam leluhur, kunjungan ke Museum Tuanku Imam Bonjol, hingga tradisi makan bajamba di rumah pusaka keluarga di Kampuang Jambak.

Dalam rangkaian penyambutan, ia juga menyerahkan bantuan seminar kit kepada lima pelajar dan menerima sertifikat simbolis telah melintasi garis nol derajat khatulistiwa. Acara kemudian ditutup dengan pertukaran cinderamata antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dan rombongan dari DKI Jakarta.

Kehadiran Rano Karno di Bonjol tidak hanya menjadi penawar rindu, tetapi juga diharapkan membuka jalan bagi kolaborasi baru untuk mendorong kemajuan Kabupaten Pasaman ke depan.