Padang – Universitas Andalas (Unand) membantah isu penunjukan langsung dekan oleh rektor. Unand menegaskan informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar.
Klarifikasi ini disampaikan Unand terkait pemberitaan yang berkembang di publik.
Sekretaris Universitas Andalas, Aidinil Zetra, menyatakan kajian akademik terkait pemilihan dekan justru mengarah pada penguatan sistem demokrasi dan meritokrasi.
“Tidak pernah ada kebijakan atau opsi mengenai penunjukan langsung dekan oleh rektor,” tegas Aidinil dalam rilis resmi.
Unand menjelaskan, kajian yang sedang berjalan fokus pada mekanisme pemilihan yang lebih objektif, transparan, akuntabel, dan independen.
Sistem pemilihan dekan direncanakan berubah dari pemilihan oleh Senat Akademik Fakultas menjadi pemilihan langsung oleh dosen, diikuti seleksi berbasis merit.
Proses seleksi akan memastikan kepemimpinan fakultas ditentukan oleh kompetensi, kinerja, kapasitas kepemimpinan, dan integritas calon.
Unand juga menekankan pentingnya independensi dan profesionalitas dalam proses seleksi. Panitia independen akan dilibatkan dengan kriteria kredibilitas, integritas moral, dan rekam jejak yang bersih.
“Seluruh rancangan ini menunjukkan upaya memperkuat kualitas tata kelola kelembagaan,” jelas Aidinil.
Unand mengajak semua pihak untuk menjaga kualitas diskursus akademik berdasarkan data, fakta, dan tanggung jawab moral.
Unand berkomitmen memperkuat tata kelola kelembagaan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi.






