Banjir dan Longsor Lumpuhkan Sumatera Barat, Korban Terus Bertambah

oleh -232 Dilihat
pemprov-sumbar-rilis-data-perkembangan-sementara-dampak-bencana-hidrometeorologi
Pemprov Sumbar Rilis Data Perkembangan Sementara Dampak Bencana Hidrometeorologi

Padang – Bencana hidrometeorologi melanda Sumatera Barat sejak 25 November lalu, mengakibatkan dampak luas terhadap masyarakat dan infrastruktur vital. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mencatat, hingga Minggu (7/12/2025) pukul 09.00 WIB, hampir seperempat juta jiwa atau 247.402 penduduk terdampak.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menjelaskan, bencana ini meluas ke 16 kabupaten/kota dan 50 kecamatan. Data resmi yang terverifikasi mengungkap 228 orang meninggal dunia, 98 hilang, 112 luka-luka, dan 20.604 mengungsi.

Bencana ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga merusak ribuan rumah. Tercatat 3.831 rumah rusak ringan, 1.032 rusak sedang, 1.572 rusak berat, 35.213 terendam banjir, dan 735 hanyut atau hilang.

Selain itu, bencana mengganggu pelayanan dasar. Sebanyak 148 rumah ibadah, 66 fasilitas kesehatan, 28 kantor pemerintahan, dan 338 sekolah terdampak. Pemprov Sumbar memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan, kesehatan, dan keagamaan, serta membuka kembali akses jalan yang tertutup.

Sektor ekonomi produktif juga menderita kerusakan. Bencana merusak 6.749 hektare sawah, 6.713 hektare lahan, 1.031 hektare kebun, dan 10.486 unit kolam ikan. Kerusakan infrastruktur vital mencakup 172 ruas jalan dan 46 jembatan.

Pemprov Sumbar masih menghitung total kerugian akibat bencana ini. Arry Yuswandi menekankan, prioritas utama saat ini adalah memberikan layanan, perlindungan, dan bantuan yang cepat dan tepat kepada seluruh masyarakat terdampak.

Pemprov Sumbar mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dalam penanganan darurat dan pemulihan jangka menengah. Pemerintah pusat berkomitmen penuh mendukung penanganan darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana.