Sekda Aceh Optimistis Otsus Diperpanjang, Terowongan Geurute Segera Terealisasi

oleh -141 Dilihat
sekda-aceh-optimistis-otsus-diperpanjang,-terowongan-geurute-segera-terealisasi
Sekda Aceh Optimistis Otsus Diperpanjang, Terowongan Geurute Segera Terealisasi

Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menekankan pentingnya peran media siber dalam mendukung visi-misi pemerintah daerah, saat bersilaturahmi dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 4 September 2025, menjadi wadah untuk membahas berbagai isu strategis pembangunan Aceh.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut, M. Nasir didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Hubungan Masyarakat, Akkar Arafat, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Reza Saputra, serta Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, M. Gade. Sementara itu, dari pihak SMSI Aceh hadir Ketua Aldin NL beserta jajaran pengurus, termasuk Hamdan Budiman, M. Haris SA, Sulaiman, Reza Gunawan, dan T. Mansursyah. Turut hadir pula Ketua Forum Pemred Aceh, M. Saman, dan Sekretaris Siber Milenial Aceh, Tsara Swisi.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah perpanjangan dana otonomi khusus (Otsus) Aceh. M. Nasir menjelaskan bahwa dana Otsus telah memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan di Aceh. “Jika pada tahun 2005 tingkat kemiskinan mencapai 32 persen, maka Maret 2025 angka tersebut berhasil ditekan menjadi 12 persen,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberlanjutan Otsus merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat pembangunan di Aceh.

Selain itu, M. Nasir juga menyoroti pentingnya pembangunan Terowongan Geurute sebagai infrastruktur strategis yang akan membuka konektivitas baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah barat Aceh. Ia meyakini bahwa pemerintah pusat memberikan respon positif terhadap usulan tersebut.

Isu lain yang menjadi perhatian adalah pengembalian tanah wakaf Blangpadang kepada Mesjid Raya Baiturrahman. M. Nasir menilai bahwa penyelesaian persoalan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai sejarah, keagamaan, dan identitas masyarakat Aceh. “Keberhasilan pengembalian tanah wakaf tersebut akan mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga marwah dan warisan keagamaan di Tanah Rencong,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua SMSI Aceh, Aldin NL, menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia menyatakan bahwa komunikasi intensif antara pemerintah dan media akan memberikan dampak positif bagi pembangunan Aceh. Menurutnya, media bukan hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis yang dapat mengedukasi masyarakat, mengawal kebijakan, serta mendorong partisipasi publik dalam mewujudkan visi-misi pemerintah.

Aldin menambahkan bahwa kolaborasi yang harmonis antara pemerintah dan media diharapkan dapat mewujudkan harapan besar terhadap perpanjangan Otsus, pembangunan Terowongan Geurute, serta pengembalian tanah wakaf Blangpadang. Ia berharap media dapat menjadi penggerak opini publik dan penjaga arah pembangunan Aceh agar tetap sejalan dengan cita-cita kesejahteraan rakyat.