SMSI Bahas Sikap Kebangsaan Bersama Dewan Pembina dan Pakar

oleh -142 Dilihat
smsi-gelar-rapat-bersama-dewan-pembina-dan-dewan-pakar-untuk-rumuskan-sikap-kebangsaan
SMSI Gelar Rapat Bersama Dewan Pembina dan Dewan Pakar untuk Rumuskan Sikap Kebangsaan

Jakarta – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) berupaya merumuskan kontribusi nyata bagi persatuan bangsa di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang. Hal ini diungkapkan dalam rapat pengurus harian yang digelar secara daring pada Selasa (2/9/2025), sebagai respons terhadap aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah.

Rapat tersebut dihadiri oleh Dewan Pembina Reda Mathovani, Dewan Penasehat, serta Dewan Pakar SMSI. Ketua Umum SMSI, Firdaus, menekankan pentingnya peran aktif pers dalam menghadirkan suara yang menyejukkan. “Bagaimana kita merumuskan agar SMSI memberikan kontribusi nyata bagi persatuan di tengah kondisi bangsa saat ini,” ujarnya. Firdaus menambahkan, sebagai organisasi pers terbesar di Indonesia, SMSI mendorong dialog, meredam ketegangan, dan menyampaikan pandangan konstruktif kepada pemerintah maupun masyarakat pers.

SMSI berupaya memastikan setiap langkah yang diambil berlandaskan aspirasi dari berbagai kalangan. Rapat pengurus harian ini menjadi wadah untuk menyerap pandangan Dewan Pembina dan Dewan Pakar, sebelum menyusun pernyataan sikap SMSI secara nasional.

Dalam diskusi tersebut, SMSI mengingatkan pentingnya menjaga demokratisasi di tengah situasi yang penuh ketegangan. Firdaus menegaskan, meskipun menyuarakan kebebasan ekspresi dan aspirasi publik, media tidak boleh terjebak dalam arus konflik dan narasi provokasi.

Dewan Pakar SMSI, Henri Subiakto, menekankan peran media sebagai jembatan antara rakyat dan pemerintah. “Setelah terjadi kerusuhan dan berkembang jadi situasi yang mengancam, Pemerintah tetap harus menuntaskan kasus-kasus penting yang menjadi perbincangan dan mendapatkan atensi publik. Jangan sampai hilang karena ada demo-demo ini,” katanya.

Dewan Penasehat, Taufiqurahman, berpendapat bahwa aksi massa yang terjadi harus dipandang sebagai ekspresi demokrasi. Ia menekankan pentingnya SMSI menyuarakan penghentian kekerasan, provokasi, dan agitasi yang dapat memecah belah bangsa. “SMSI perlu menampilkan berita-berita yang solutif, meredakan. Informasi yang disajikan media siber hendaknya meneduhkan, bukan menambah perpecahan. SMSI memiliki peran strategis untuk memastikan hal itu,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, SMSI akan menggelar Rapat Pleno Nasional pada Rabu (3/9/2025), melibatkan pengurus dari seluruh daerah untuk menghimpun informasi dan aspirasi terkait situasi di wilayah masing-masing. Firdaus menyatakan rapat pleno tersebut akan menjadi forum konsolidasi besar untuk merumuskan sikap organisasi.

Hasil dari rapat pleno nasional akan menjadi dasar bagi SMSI untuk menyampaikan pernyataan sikap resmi pada Jumat (5/9/2025). Pernyataan ini diharapkan menjadi refleksi dan rekomendasi bagi pemerintah serta masyarakat pers dalam menata kehidupan berbangsa yang lebih stabil, aman, dan demokratis. SMSI berharap pernyataan sikap yang dihasilkan akan menjadi dokumen moral yang mewakili aspirasi bersama, menjaga keutuhan bangsa, dan memperkuat demokrasi.