Nevi Zuairina Ajak Bangun Ekonomi Digital Berkeadilan di STAI

oleh -143 Dilihat
kuliah-umum-di-kampus-stai-ar-risalah,-nevi-zuairina-ajak-generasi-muda-bangun-ekonomi-digital-berkeadilan-dan-bermoral
Kuliah Umum di Kampus STAI Ar Risalah, Nevi Zuairina Ajak Generasi Muda Bangun Ekonomi Digital Berkeadilan dan Bermoral

Padang – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Nevi Zuairina menyoroti pentingnya landasan moral dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Penegasan ini disampaikan saat memberikan kuliah umum di Kampus STAI Ar Risalah, Jumat (29/8).

Dalam kuliah umum bertajuk “Membangun Ekonomi Berkelanjutan dan Berkeadilan di Era Digital dengan Landasan Moral yang Kuat,” Nevi menjelaskan disrupsi teknologi telah mengubah cara masyarakat belajar, bekerja, dan berbelanja.

“Hari ini, delapan dari sepuluh penduduk Indonesia adalah pengguna internet,” ungkap Nevi. Ia menambahkan, Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah pengguna internet terbanyak di dunia, yang merupakan peluang besar sekaligus tantangan.

Mengutip laporan e-Conomy SEA 2024, Nevi menyebutkan ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat dari USD 27 miliar pada 2018 menjadi USD 90 miliar pada 2024, dan diproyeksikan mencapai Rp5.760 triliun pada 2030. Namun, ia mengingatkan pertumbuhan ekonomi digital tidak boleh hanya dilihat dari angka. “Pertumbuhan tersebut harus menjawab pertanyaan apakah pertumbuhan tersebut adil, berkelanjutan, dan sesuai nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Menurutnya, ekonomi berkeadilan harus memastikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, nelayan, dan masyarakat adat mendapat kesempatan setara dalam digitalisasi. “Jangan sampai hanya segelintir kelompok yang menikmati manfaatnya,” tegasnya.

Nevi juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dari sisi lingkungan dan tata kelola data. Ia menilai Program Satu Data Indonesia yang mengintegrasikan ratusan ribu dataset sebagai langkah penting untuk membangun kepercayaan digital dan transparansi.

Lebih lanjut, Nevi mengingatkan bahwa semua upaya tersebut tidak akan berarti tanpa landasan moral. “Di era digital, tantangan etika semakin kompleks: hoaks, manipulasi algoritma, hingga eksploitasi data,” jelasnya. Oleh karena itu, ia menekankan generasi muda harus cakap teknologi dan tangguh secara moral. “Pendidikan tinggi bukan hanya membentuk kompetensi, tapi juga karakter,” tegasnya.

Sebagai penutup, Nevi menyampaikan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan teknologi yang bermoral. “Saya yakin dari ruang akademik seperti ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang pintar, bijak, dan berintegritas,” pungkasnya.