220 Calon Wali Nagari di Pessel Berikrar Wujudkan Pemilihan Badunsanak dalam Pilwana Serentak 2025

oleh -125 Dilihat
220-calon-wali-nagari-di-pessel-berikrar-wujudkan-pemilihan-badunsanak-dalam-pilwana-serentak-2025
220 Calon Wali Nagari di Pessel Berikrar Wujudkan Pemilihan Badunsanak dalam Pilwana Serentak 2025

Painan – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan menjelang Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Badunsanak 2025. Penekanan ini disampaikan dalam acara Deklarasi Damai yang digelar di Painan Convention Center (PCC), Senin (8/12/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Forkopimda, ketua dan panitia Pilwana, para camat, wali nagari, bamus, serta ratusan calon wali nagari dari seluruh Pesisir Selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMDP2KB Pesisir Selatan, Denny Anggara, menyampaikan bahwa seluruh tahapan Pilwana harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Seluruh tahapan Pilwana harus mengacu pada UU Desa, regulasi pelaksanaan desa, serta aturan dan surat edaran Menteri Dalam Negeri,” ujarnya. Ia juga mengingatkan para calon wali nagari untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Denny juga menyampaikan informasi terkait jumlah calon yang akan berkompetisi. “Dari 58 nagari, sebelumnya ada 221 orang yang mendaftar sebagai calon wali nagari. Namun Sabtu kemarin, seorang calon dari Kecamatan Lunang meninggal dunia, sehingga jumlah peserta yang akan berkontestasi menjadi 220 orang,” jelasnya. Ia berharap deklarasi damai ini dapat diimplementasikan secara nyata. “Kami mengharapkan deklarasi damai ini dapat diterapkan dan berjalan tertib hingga akhir kegiatan,” tambahnya. Pemerintah daerah, bersama Forkopimda, berjanji akan meningkatkan pengawasan dan sosialisasi, terutama di daerah yang dianggap rentan terhadap praktik politik uang.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, dalam arahannya, menekankan bahwa deklarasi damai adalah wujud komitmen moral dari seluruh calon wali nagari. “Nagari adalah rumah gadang tempat kita dibesarkan. Pilwana adalah momentum menentukan arah kepemimpinan nagari ke depan. Tujuannya tetap satu, yaitu untuk kemajuan nagari,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan bahwa seluruh calon adalah putra-putri terbaik nagari. “Setelah proses ini selesai, ingat hanya satu yang kita ucapkan, kita semua badunsanak. Jabatan adalah amanah. Kalah dan menang itu hal biasa dalam kompetisi,” imbuhnya.

Bupati juga menyinggung bencana yang tengah melanda Pesisir Selatan. “Daerah kita sekarang sedang dilanda bencana. Sebagai calon wali nagari, turunlah ke lapangan, bantu masyarakat yang membutuhkan. Itu baru mantap,” katanya. Ia mengajak seluruh calon wali nagari dan masyarakat untuk menjaga stabilitas hingga hari pemungutan suara. “Mari kita sukseskan Pilwana sebagai pesta demokrasi yang dewasa. Siapa pun yang menang, dialah yang ditakdirkan memimpin nagari selama delapan tahun kedepan,” pungkasnya.