Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak ada dampak kerusakan maupun korban jiwa pasca tiga kali guncangan gempa yang melanda Sumatera Barat, Senin (13/7/2026) dini hari. Meskipun aktivitas seismik sempat meningkat dalam kurun waktu satu jam lebih, BMKG menegaskan seluruh rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
“Belum ada laporan mengenai kerusakan maupun korban,” demikian keterangan resmi BMKG terkait situasi terkini di lapangan.
Rangkaian peristiwa ini diawali gempa berkekuatan magnitudo 2,1 pada pukul 00.40 WIB, yang berpusat 3 kilometer barat daya Padang Panjang di kedalaman 10 kilometer. Berselang lima menit kemudian, guncangan susulan dengan magnitudo 1,8 tercatat di 8 kilometer arah timur Bukittinggi.
Pola gempa berlanjut pada pukul 01.53 WIB dengan magnitudo yang lebih besar, yakni 3,2, yang berpusat 103 kilometer barat Pasaman Barat pada kedalaman 20 kilometer. BMKG mencatat ketiga episentrum gempa tersebut berada di titik yang berbeda dan belum dapat memastikan adanya kaitan geologis di antara ketiganya.
Pihak BMKG meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Warga diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi melalui kanal komunikasi resmi milik pemerintah.
Terkait data yang disebarkan, BMKG menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil analisis awal yang mengutamakan kecepatan. Oleh karena itu, parameter gempa seperti magnitudo dan lokasi episentrum masih berpotensi berubah seiring masuknya data terbaru dari alat sensor seismik.






