Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh merancang peta jalan pembangunan untuk tahun 2027 dengan fokus utama pada kesejahteraan sosial dan kemandirian fiskal. Rencana tersebut tertuang dalam dokumen KUA-PPAS yang memproyeksikan belanja daerah sebesar Rp821,58 miliar.
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menyerahkan langsung dokumen anggaran tersebut dalam rapat paripurna di DPRD setempat, Senin (27/7/2026). Ia menekankan bahwa sasaran utama pemerintah adalah menekan angka kemiskinan hingga 4,17 persen dan memangkas tingkat pengangguran terbuka ke angka 4,52 persen.
Selain target sosial, pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 7,12 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun diproyeksikan meningkat hingga menyentuh angka 82,50 sebagai indikator daya saing daerah.
“Kami berkomitmen membangun sistem penganggaran yang menitikberatkan pada hasil terukur bagi masyarakat,” tegas Elzadaswarman saat menyampaikan prioritas pembangunan di hadapan anggota dewan.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah menyiapkan lima program prioritas. Fokusnya meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi berbasis produk unggulan, serta tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Dua fokus lainnya adalah pelestarian nilai sosial budaya adat dan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan. Seluruh agenda ini akan dijalankan dengan prinsip money follows program agar setiap rupiah dari APBD benar-benar memberi dampak nyata.
Guna mendukung pendanaan, pemkot akan mengoptimalkan pendapatan asli daerah melalui sektor pajak dan retribusi. Inovasi digitalisasi layanan menjadi strategi utama untuk mencapai kemandirian keuangan.
Elzadaswarman berharap pembahasan bersama DPRD berjalan konstruktif. Hal ini dilakukan demi memastikan APBD 2027 mampu menjawab tantangan ekonomi global sekaligus mengakselerasi transformasi digital di wilayahnya.






