Muslim M. Yatim Bangun Sumur, Bantu Korban Bencana Sumatera Barat

oleh -191 Dilihat
dari-awal-bencana,-muslim-m-yatim-salurkan-air-bersih-untuk-warga-terdampak
Dari Awal Bencana, Muslim M Yatim Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak

Padang – Pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat, Anggota DPD RI, Muslim M. Yatim, fokus pada pemulihan infrastruktur dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak. Bantuan air bersih menjadi prioritas utama melalui pembangunan sumur bor di berbagai daerah.

Menurut Muslim M. Yatim, pembangunan sumur bor merupakan investasi penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. “Biaya pembangunan sumur bor yang berkisar antara Rp40–50 juta awalnya memang terasa mahal. Namun, ketika fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat saat kondisi darurat, nilai tersebut menjadi sangat berarti dan terasa murah dibandingkan manfaat yang dirasakan warga,” ujarnya.

Selain penyediaan air bersih, Muslim M. Yatim juga berupaya mengatasi masalah penerangan di wilayah yang belum teraliri listrik. Bantuan genset direncanakan akan disalurkan untuk memberikan penerangan sementara kepada masyarakat.

Dalam kunjungannya ke daerah terdampak seperti Tobo, Malalak, dan Pauh, perhatian khusus diberikan kepada para relawan kebencanaan dan Kelompok Siaga Bencana (KSB). Mereka dinilai sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana.

Fokus lainnya adalah pemulihan tempat ibadah. Masjid di daerah Toboh yang terdampak banjir bandang sedang dibersihkan dengan bantuan 10 orang tukang. Ditargetkan, masjid tersebut dapat kembali digunakan oleh masyarakat pada Selasa (16/12/2025).

“Kita pakai motto Sumatera Pulih, Sumbar Bangkit. Walaupun statusnya tidak menjadi bencana nasional, jika kita bersama-sama, semua akan pulih,” kata Muslim M. Yatim saat menyerahkan bantuan kepada wartawan terdampak bencana, Selasa (16/12/2025). Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk menjauhi wilayah rawan bencana seperti pinggiran sungai dan lereng gunung.

Muslim M. Yatim mengimbau para ulama dan ustadz untuk turut serta dalam memberikan dakwah kepada masyarakat agar meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. “Kadang kita tidak menyadari bahwa bencana bisa datang akibat ulah manusia sendiri. Karena itu, mari kembali menyadari dan berbenah agar bencana tidak terus berulang,” pungkasnya.