Kabupaten Pasaman Tingkatkan Mutu Pendidikan, Gelar Talkshow Mendalam

oleh -175 Dilihat
bupati-pasaman-welly-suhery-buka-talkshow-pembelajaran-mendalam
Bupati Pasaman Welly Suhery Buka Talkshow Pembelajaran Mendalam

Lubuk Sikaping – Pemerintah Kabupaten Pasaman mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan meresmikan Talkshow Pembelajaran Mendalam (PM). Acara yang berlangsung pada Selasa, 16 Desember 2025, ini diharapkan menjadi momentum penting bagi kemajuan pendidikan di daerah tersebut.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, memimpin langsung acara tersebut, menandai komitmen pemerintah daerah dalam membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, dan memiliki kemampuan berpikir kritis. Inisiatif ini dipandang sebagai respons terhadap tuntutan zaman yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Welly Suhery menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pelayanan dasar. Ia mengimbau seluruh tenaga pendidik untuk menjadikan peningkatan kompetensi dan inovasi metode pembelajaran sebagai prioritas utama. “Pendidikan merupakan urusan wajib pelayanan dasar sangat fundamental,” ujarnya.

Pembelajaran Mendalam (PM), menurut Welly Suhery, merupakan pendekatan yang relevan dengan kebutuhan saat ini. Lebih dari sekadar peningkatan prestasi akademik, PM bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan adaptasi dan daya saing di era global. “Saya mendorong seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, terbuka terhadap gagasan baru, serta mampu menerjemahkan materi yang diperoleh ke dalam praktik nyata di satuan pendidikan masing-masing,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan kepada Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sumatera Barat atas dukungan dan fasilitas yang diberikan. Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap agar Pemerintah Provinsi dapat memberikan perhatian lebih melalui pembinaan berkelanjutan di wilayahnya.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman untuk terus meningkatkan mutu pendidikan ditegaskan sebagai landasan pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah, pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan dianggap krusial dalam mencapai tujuan tersebut.

Sebagai penutup acara, Welly Suhery meninjau pameran hasil karya implementasi Pembelajaran Mendalam dari berbagai sekolah. Pameran tersebut menampilkan beragam kreasi, termasuk kostum, pembelajaran interaktif, kerajinan tangan, dan produk lokal, yang mencerminkan integrasi antara pembelajaran di kelas dan potensi daerah.

Welly Suhery berharap bahwa kegiatan ini akan memicu praktik pembelajaran yang lebih bermakna, humanis, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa secara menyeluruh, demi mewujudkan visi “Pasaman Bangkit, yang Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan”.