BPDP, Ditjenbun, BPI Latih Pekebun Sawit Dharmasraya Tingkatkan Produksi

oleh -145 Dilihat
bpdp,-ditjenbun-dan-bpi-gelar-pelatihan-teknis-budidaya-kelapa-sawit-bagi-pekebun-sawit-asal-kabupaten-dharmasraya
BPDP, Ditjenbun dan BPI Gelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit bagi Pekebun Sawit Asal Kabupaten Dharmasraya

Padang – Ratusan pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Dharmasraya dan Pasaman Barat mengikuti pelatihan teknis budidaya yang diselenggarakan oleh Best Planter Indonesia (BPI). Pelatihan yang didanai oleh BPDP melalui program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) ini, berlangsung dari tanggal 9 hingga 13 September 2025, di Hotel Axana.

Sebanyak 123 pekebun, terbagi dalam dua kelas dari Dharmasraya dan tiga kelas dari Pasaman Barat, mendapatkan materi pelatihan yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kebun mereka.

Vera Yusria, Kepala Bidang Perkebunan, Tanaman Tahunan dan Penyegar, yang mewakili Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan harapannya agar pelatihan ini menjadi awal yang baik bagi kiprah BPI di Sumatera Barat. “BPI baru tahun 2025 ini tampil di Sumatera Barat dalam menyelenggarakan pelatihan pekebun sawit yang didanai BPDP,” ujarnya.

Epon Ekanedi, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, yang mewakili Kepala Dinas, menekankan pentingnya pemanfaatan pelatihan ini. “Peserta pelatihan harus memanfaatkan moment pelatihan ini sebaik-baiknya dalam rangka update ilmu dan pengetahuannya dalam mengelola kebun sawitnya,” katanya. Ia berharap peserta dapat meningkatkan hasil produksi kebun menjadi 1,5 – 2 ton/ha atau 3- 4 ton/bulan.

Ekanedi juga meminta narasumber untuk memberikan ilmu dan pengalaman secara maksimal kepada peserta. Selain itu, ia mengajak peserta untuk segera mengurus Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) sebagai bagian dari program pemerintah untuk menertibkan legalitas lahan perkebunan. STDB juga menjadi persyaratan dalam mengurus sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), yang kedepannya akan menjadi kewajiban bagi semua pekebun sawit.

Fokus pelatihan ini adalah memberikan panduan standar tata kelola kebun yang baik (Good Agricultural Practices). Friyandito, Direktur Operasional BPI, menjelaskan bahwa peserta akan diajarkan cara mengetahui kondisi kebun sawit mereka. “Ketika aspek ini sudah diperbaiki oleh pekebun, diharapkan produksi di kebunnya akan meningkat,” ungkapnya.

Dengan pelatihan ini, diharapkan pekebun sawit dapat lebih bersemangat dan yakin dalam meningkatkan produksi kebun mereka.