Padang – Fadly Amran, tokoh muda yang dikenal bersih dari korupsi, mengumumkan Anggota DPRD Sumbar Maigus Nasir sebagai calon wakil walikota (Cawawako) pendampingnya.
Pengumuman ini diwarnai dengan kehebohan di media sosial, khususnya terkait kasus korupsi yang pernah menyeret Maigus Nasir di masa lalu.
“Demokrasi seharusnya cerdas, bukan menyerang lawan politik dengan cara seperti itu,” ujar Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Adrian Tuswandi.
Namun, Adrian meyakini bahwa serangan tersebut tidak akan mempengaruhi elektabilitas Maigus Nasir. “Pemilih Kota Padang sangat cerdas, mereka tidak akan terpengaruh oleh gorengan buzzer,” tegasnya.
Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa Maigus Nasir memiliki elektabilitas tertinggi di posisi Cawawako. “Artinya, serangan soal kasus korupsi di masa lalu tidak berpengaruh,” lanjut Adrian.
Maigus Nasir, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Padang pada 1999-2004, pernah divonis bersalah kasus korupsi. Namun, vonis tersebut dibatalkan oleh Mahkamah Agung RI dan ia dinyatakan tidak bersalah.
“Banyak pemilih yang bertanya-tanya, jika elektabilitas Pak Maigus jelek, bagaimana mungkin ia masih terpilih sebagai Anggota DPRD Sumbar,” ujar warga Padang.
Pilkada Padang 2024 diprediksi akan seru dengan tiga pasangan calon yang akan bertarung. Selain Fadly Amran – Maigus Nasir, terdapat pasangan Hendri Septa – Hidayat (PAN-Gerindra) dan pasangan lainnya yang belum diumumkan.
“Kami yakin akan mendapatkan dukungan dari banyak partai politik,” ujar Fadly Amran. “Deklarasi bersama dengan semua partai pengusung akan kami lakukan jelang pendaftaran ke KPU Padang,” tambahnya.






