Ramadhan 1447H: Taklukkan Lelah, Raih Kelegaan Spiritual di Tanah Suci

oleh -70 Dilihat
ramadhan-1447-h-ke-20,-menguras-fisik-dan-akhirnya-melegakan…
Ramadhan 1447 H ke-20, Menguras Fisik dan Akhirnya Melegakan…

Makkah – Jemaah umrah di Makkah Al Mukaramah merasakan suhu dingin ekstrem sejak Senin (9/3/2026), terutama pada malam dan pagi hari. Angin kencang menambah rasa dingin menusuk tulang.

Di tengah cuaca dingin, seorang jemaah bernama Irvan Khairul Ananda tetap semangat menunaikan ibadah tawaf di pelataran Kakbah bersama istrinya, Mm Benik, pada hari ke-20 Ramadhan.

“Mm nio tawaf,” kata Mm Benik, mengajak suaminya untuk bertawaf.

Irvan menceritakan padatnya jemaah yang melaksanakan tawaf subuh. Usai sholat subuh berjamaah di lantai dasar, mereka turun ke pelataran Kakbah.

“Untuk menuju titik awal saja betapa susahnya. Sangat padat! Sejengkal-sejengkal saja bisa berjalan, sedang untuk bernafas terpaksa menengadahkan wajah ke atas,” ungkapnya.

Irvan dan istrinya memulai tawaf pukul 05.54 waktu setempat. Putaran pertama selesai dalam tujuh menit, namun putaran keempat memakan waktu sepuluh menit. Mm Benik sempat meminta istirahat karena tidak kuat melanjutkan.

Setelah berjuang di tengah kepadatan jemaah, Irvan dan istri berhasil menyelesaikan tawaf dalam waktu 55 menit.

Irvan mengakui tawaf di pelataran Kakbah membutuhkan tenaga ekstra. Jemaah harus menahan tolakan dari belakang, desakan dari kiri dan kanan, serta menghindari terseruduk jemaah di depan.

“Benar-benar konsentrasi tenaga berada pada lutut dan pergerakan kedua kaki! Benar-benar menghabiskan tenaga,” ujarnya.

Usai tawaf, Irvan merasa kelelahan dan rasa dingin menusuk tulang. Lutut dan pergelangan kakinya terasa sakit.

“Masih pagi, tenaga sudah terkuras. Bagaimana menunggu berbuka sore hari Astagfirullah…,” keluhnya.

Meskipun demikian, Irvan tetap bersyukur dapat melaksanakan ibadah tawaf di bulan Ramadhan. Ia berharap Allah SWT memberikan kekuatan untuk terus beribadah di sisa bulan suci ini.

Selama 20 hari di Makkah, Irvan telah melaksanakan tawaf sebanyak 31 kali. Ia memaknai tawaf sebagai inti dari umrah, yang melambangkan 7.000 tahun taubat kepada Allah SWT.