Ketua Dewan Pers: Media Baru Harus Perkuat Nalar Sehat Demokrasi

oleh -174 Dilihat
ketua-dewan-pers:-media-baru-harus-perkuat-nalar-sehat-demokrasi
Ketua Dewan Pers: Media Baru Harus Perkuat Nalar Sehat Demokrasi

Jakarta – Dewan Pers menyoroti pentingnya peran media dalam menjaga kualitas informasi di tengah era digital. Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menekankan bahwa pers memiliki tanggung jawab besar untuk membangun kembali kepercayaan publik yang terkikis akibat berita bohong dan konflik.

Hal ini disampaikan saat Dialog Nasional Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang bertajuk “Media Baru Menuju Pers Sehat” di Hall Dewan Pers, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

Komaruddin menjelaskan bahwa disrupsi dan kompetisi selalu menjadi bagian dari kehidupan, namun perubahan saat ini terjadi lebih cepat seiring dengan pergeseran ekosistem informasi. “Informasi hari ini dipengaruhi oleh tiga kekuatan besar, yakni energi, uang, dan informasi itu sendiri. Ketiganya saling berkaitan dan saling menopang,” ujarnya.

Ia memberikan contoh bagaimana modal dan energi seringkali mengikuti narasi yang dibangun oleh media. Menurutnya, kurangnya pemberitaan di suatu wilayah dapat melemahkan daya tarik ekonomi dan perhatian publik. “Sumatra tidak akan mengalir uang jika tidak ada informasi,” jelasnya.

Komaruddin juga menyoroti penurunan kualitas diskursus publik dibandingkan dengan masa awal Orde Baru. Ia menilai bahwa ruang publik saat ini dipenuhi dengan keluhan, caci maki, isu korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta kaburnya batas antara kepentingan keluarga dan negara.

“Disinilah panggilan tugas pers, yakni membangun kembali kepercayaan publik. Masyarakat sudah jenuh dengan berita hoaks dan konflik, mereka membutuhkan informasi yang realistis, berkualitas, dan penuh harapan,” katanya.

Menurutnya, pers tetap menjadi pilar keempat demokrasi, namun menghadapi tantangan baru di era media sosial dan media siber. Media sosial dapat memperkuat demokrasi, tetapi juga berpotensi melemahkannya jika tidak dibarengi dengan nalar sehat. “Di sinilah peran media profesional sangat penting, untuk memperkuat demokrasi melalui informasi yang berimbang, bernalar, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setiap gagasan yang dikemas menjadi informasi memiliki kekuatan untuk mengubah dunia, sehingga tanggung jawab media semakin besar.

Dialog tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara media, pemangku kebijakan, dan praktisi digital dalam menghadapi tantangan era media baru. Acara ini menghadirkan delapan pembicara dari berbagai latar belakang, termasuk Hersubeno Arief, praktisi media senior dan pengamat politik, serta Nuzula Anggeraini dari Kementerian PPN/Bappenas.

Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh penting lainnya, termasuk Ketua dan Anggota Dewan Pakar SMSI Yuddy Crisnandi dan Henri Subiakto, Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika, wartawan senior Aiman Witjaksono, serta Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Ariawan. Dialog dipandu oleh Taufiqurochman, Dewan Penasehat SMSI Pusat.