Gubernur Mahyeldi Ajak Perantau Sukseskan Konferensi Wakaf Internasional

oleh -122 Dilihat
gubernur-mahyeldi:-sinergi-ranah-dan-rantau-jadi-kunci-sukses-konferensi-wakaf-internasional-di-sumbar
Gubernur Mahyeldi: Sinergi Ranah dan Rantau Jadi Kunci Sukses Konferensi Wakaf Internasional di Sumbar

Jakarta – Sumatera Barat berencana menggelar Konferensi Wakaf Internasional pada November mendatang, dengan harapan dapat memperkuat ekosistem wakaf yang produktif dan profesional. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara aktif menggandeng tokoh-tokoh perantau Minangkabau untuk menyukseskan acara tersebut.

Usai pertemuan dengan CEO dan Founder PT Paragon Technology and Innovation (Wardah Cosmetics), Nurhayati Subakat, pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, Mahyeldi menyampaikan ajakan tersebut. Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk para perantau, dalam menyukseskan konferensi ini.

“Kegiatan ini bukan hanya agenda pemerintah, tetapi juga amanah besar untuk kemaslahatan umat,” ujar Mahyeldi, menyoroti bahwa sinergi antara pihak di daerah dan perantau sangat diperlukan agar konferensi berjalan sukses dan memberikan manfaat yang luas.

Mahyeldi secara khusus mengundang Nurhayati Subakat, mengakui kiprah dan komitmennya dalam pengembangan wakaf produktif di Indonesia. Menurutnya, Nurhayati adalah sosok teladan bagi generasi muda dalam memanfaatkan harta untuk keberkahan dan kemajuan masyarakat.

“Beliau adalah perantau sukses yang senantiasa berkontribusi untuk kampung halaman,” kata Mahyeldi, menambahkan bahwa kehadiran dan dukungan Nurhayati sangat berarti bagi Sumatera Barat, terutama dalam membangun ekosistem wakaf yang kuat.

Selain Nurhayati, pemerintah provinsi juga berencana melibatkan tokoh perantau Minang lainnya. Diharapkan, konferensi ini dapat menjadi wadah untuk melahirkan ide-ide baru dalam pengembangan wakaf sebagai pilar ekonomi umat.

“Insya Allah dengan doa dan dukungan banyak pihak, Sumbar bisa menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan wakaf yang produktif dan profesional,” tutur Mahyeldi, mengungkapkan optimisme terhadap potensi Sumatera Barat dalam pengembangan wakaf.

Undangan tersebut disambut baik oleh Nurhayati Subakat. “Alhamdulillah, beliau menyatakan kesiapannya untuk hadir dan mendukung penyelenggaraan konferensi nanti. Ini tentu kabar baik bagi kita semua,” ungkap Mahyeldi.

Konferensi Wakaf Internasional di Sumatera Barat akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, praktisi, lembaga keuangan syariah dari berbagai negara, dan tokoh masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat menghasilkan terobosan baru dalam pengelolaan wakaf sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia.