Tanggapi Video Bupati Siak, Ketua APHI Riau: Bupati Afni Tak Beri Ruang Manajemen PT SSL Jelaskan Terkait Konflik Lahan

oleh -109 Dilihat
tanggapi-video-bupati-siak,-ketua-aphi-riau:-bupati-afni-tak-beri-ruang-manajemen-pt-ssl-jelaskan-terkait-konflik-lahan
Tanggapi Video Bupati Siak, Ketua APHI Riau: Bupati Afni Tak Beri Ruang Manajemen PT SSL Jelaskan Terkait Konflik Lahan

Siak – Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Siak dan PT Seraya Sumber Lestari (SSL) yang difasilitasi oleh Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau menemui jalan buntu. Pertemuan yang bertujuan mencari solusi atas konflik lahan dan kehutanan di Kabupaten Siak itu berakhir tanpa kesepakatan.

Pertemuan yang berlangsung di Pekanbaru pada Sabtu (23/8/2025), merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Pemkab Siak dan unsur Pentahelix, termasuk APHI. Muller Tampubolon, Ketua APHI Riau, menginisiasi pertemuan antara Bupati Siak, Afni Zulkifli, dan perwakilan PT SSL.

Bupati Afni Zulkifli mengunggah video di media sosial yang mengulas pertemuan tersebut. “Barusan jumpa dengan pemilik saham PT SSL. Pertemuan yang awalnya untuk negosiasi damai kedua belah pihak (rakyat Siak dan PT.SSL), hanya mampu bertahan sekitar 10 menit. Kami saling membentak. Manusia sombong itu akhirnya keluar ruangan,” ungkapnya dalam video berdurasi 4 menit 49 detik itu. Ia juga menyatakan akan berjuang agar izin PT SSL dapat di addendum atau bahkan dicabut.

Menanggapi video tersebut, Muller Tampubolon menjelaskan bahwa pertemuan itu bertujuan mencari penyelesaian konflik lahan di PT SSL. “Pertemuan tersebut adalah inisiatif kita agar permasalahan konflik di PT SSL ada titik terang. Memang pertemuannya non formal agar lebih terbuka dalam mencari solusi bersama,” jelasnya.

Muller mengklarifikasi bahwa pertemuan itu dihadiri oleh manajemen PT SSL, bukan pemilik saham. Ia menyebutkan bahwa Bupati Siak sempat menawarkan fasilitasi lahan seluas 2.000 hektar untuk penambahan areal produksi PT SSL, serta meminta PT SSL menyetujui Restorasi of Justice (RJ) kepada para pelaku yang menjadi tersangka dalam kasus pidana anarkis atas penyerangan dan pembakaran perkantoran dan perumahan karyawan PT SSL.

“Menjawab permintaan Bupati itu, PT SSL menyampaikan untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kemudian mempercayakan kepada pihak kepolisian,” kata Muller.

Manajemen PT SSL juga menyampaikan bahwa kerusakan akibat penyerangan kantor PT SSL cukup besar dan menimbulkan trauma mendalam bagi karyawan dan keluarga. Bahkan, salah satu manager PT SSL meninggal dunia akibat trauma dan tidak mendapat penanganan medis karena klinik juga dibakar.

Muller menambahkan, “Benar pertemuan itu hanya sekitar sepuluh menit, dan kedua belah pihak tidak ada kesepahaman. Sebab PT SSL menilai bawah Bupati Siak tidak memberikan ruang dan kesempatan kepada manajemen PT SSL untuk menjelaskan apa yang terjadi dalam konflik di PT SSL beberapa waktu yang lalu.”

“Karena pembicaraan yang sudah tidak sejalan, dari pihak bupati menyatakan dead lock serta tidak perlu melanjutkan pertemuan ini, maka pihak PT SSL memilih untuk meninggalkan tempat pertemuan,” jelas Muller. Ia juga membantah adanya aksi saling bentak seperti yang disampaikan dalam video Bupati Siak. “Sejatinya, pertemuan itu untuk mencari win win solution terkait konflik di area PT SSL,” pungkasnya.